Ziarah Leluhur Awali Peringatan Hari Jadi Karanganyar

by
NYI AGENG KARANG – Bupati Juliyatmono dan jajaran Forkompimda melakukan ziarah ke makam Nyi Ageng Karang leluhur Karanganyar. (Foto: kecirit.com/Joko Dw Hastanto)

NYI AGENG KARANG – Bupati Juliyatmono dan jajaran Forkompimda melakukan ziarah ke makam Nyi Ageng Karang leluhur Karanganyar. (Foto: kecirit.com/Joko Dw Hastanto)

KARANGANYAR, kecirit.com – Ziarah ke makam leluhur mengawali rangkaian peringatan Hari Jadi ke-99 Kabupaten Karanganyar. Bupati Juliyatmono bersama seluruh jajaran Forkompimda dan seluruh pejabat berdoa di makam para sesepuh Karanganyar, Senin (31/10).

Ziarah dimulai dari Makam Nyi Ageng Karang, pahlawan perempuan yang menjadi cikal bakal wilayah Karanganyar. Dialah salah satu panglima perang Pangeran Diponegoro yang menerbangkan burung derkuku yang kemudian ditemu Pangeran Sambernyawa atau Mangkunegoro I, yang kemudian menjadi Adipati Mangkunegaran yang membawahi wilayah Karanganyar.

Setelah itu, rombongan bergerak ke makam Randusongo, Tasikmadu, tempat pemakaman Ronggo Panambang, staf khusus bidang keuangan atau bendaharawan di zaman RM Said memimpin. Dia seorang ilmuwan yang juga panglima perang utama.

Tempat yang diziarahi kemudian adalah makam KRT Harjosamoro di pemakaman Temu Ireng, Popongan, Karanganyar. Dia adalah Bupati Karanganyar I yang dilantik oleh Sri Mangkunegoro III pada 99 tahun lalu.

Rombongan kemudian elanjutkan ziarah tersebut ke Mengadeg di makam RM Said atau Mangkunegoro I yang menjadi legenda dan semboyannya dijadikan landasan gerak bagi warga Karanganyar. Yakni melu handarbeni (ikut memiliki) wajib melu hangrungkebi (ikut mempertahankan) dan mulat sarira hangrasa wani (selalu introspeksi diri agar semakin baik).

Di Astana Mengadeg para pejabat sekaligus melakukan doa bersama di Makam Astana Giribangun tempat disemayamkan Presiden I Soeharto dan Ibu Tien serta kedua orang tuanya dan kerabat lainnya. Setelah itu baru ke Astana Girilayu tempat disemayamkan Mangkunegoro III dan IV serta lainnya.

Bupati Juliyatmono mengatakan, kegiatan ziarah mengawali peringatan hari Jadi Karanganyar memang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang sudah berjasa besar pada perkembangan Karanganyar sampai seperti sekarang.

”Karena itu ini sebagai bentuk kontemplasi, bahwa keberadaan kita sekarang ini karena memang sudah ada pendahulu yang berjuang membangun tlatah Karanganyar ini. Karena itu sebelum kegiatan lain dilakuan, kita mendoakan para leluhur dulu,” kata dia.

Selain ziarah kegiatan awal yang dilaksanakan adalah bersih-bersih. Seluruh PNS melakukan aksi bersih-bersih di lingkungan kantor dan juga diikuti para warga yang membersihkan lingkungan kampungnya.

”Kita ingin setelah aksi bersih-bersih dan berdoa pada leluhur, kita mulai peringatan hari Jadi sampai puncak acara pertengahan Desember mendatang,” kata dia.

(Joko Dwi Hastanto/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...