Zakat, Tolok Ukur Kedekatan dengan Allah

by
SERAHKAN SEMBAKO: Bupati Tasdi menyerahkan bantuan sembako kepada warga pada acara  umum dan bakti sosial di Komplek Masjid Baitul Muslimin, Desa Purbasari, Kecamatan Karangjambu, Rabu (28/9).(kecirit.com/Ryan Rachman)

SERAHKAN SEMBAKO: Bupati Tasdi menyerahkan bantuan sembako kepada warga pada acara umum dan bakti sosial di Komplek Masjid Baitul Muslimin, Desa Purbasari, Kecamatan Karangjambu, Rabu (28/9).(kecirit.com/Ryan Rachman)

PURBALINGGA, kecirit.com –  Ukuran jauh dekat manusia dengan Sang Pencipta adalah pada pengabdian yaitu menjalankan perintah dan meninggalkan larangan Allah. Mengikuti perintahnya dalam rukun Islam salah satunya dengan berzakat.

Hal itu disampaikan oleh Pengasuh Ponpes Darul Ishlah Desa Sokawera, Padamara, Purbalingga, Kiai Roghib Abdurrahman dalam tausiahnya pada kegiatan pengajian umum dan bakti sosial di Komplek Masjid Baitul Muslimin, Desa Purbasari, Kecamatan Karangjambu, Rabu (28/9).

“Dengan berzakat, berarti manusia tengah melakukan pendekatan diri kepada penciptanya. Zalat menjadi sarana tolok ukur seberapa inginkah manusia dekat deggan Allah. Zakat juga menjadi ibadah yang bersifat horizontal yang meningkatkan kepedulian terhadap sesama manusia,” katanya.

Bupati Purbalingga Tasdi yang hadir pada kesempatan itu mengapresiasi kegiatan pengajiandan bakti sosial tersebut. Ia berkeinginan agar kegiatan itu lebih ditingkatkan dalam hal ini melibatkan Pemkab Purbalingga. Ia juga meminta
ditingkatkan cakupannya tidak hanya di tingkat kecamatan tapi tiap desa.

“Ini kegiatan yang sangat positif. Sebagai salah satu mendukung program mbangunan pemerintah terutama dalam mengentaskan kemiskinan,” katanya.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh panitia yang terbentuk dari hasil kolaborasi antara Kelompok Kerja Penyuluh(Pokjaluh) Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Forum Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kecamatan Karangjambu dan Muslimat – Fatayat NU Ranting Desa Purbasari.

Pada kegiatan itu diberikan bantuan sosial berupa seratus paket sembako sejumlah Rp 10 juta, rehab sepuluh rumah Rp 35 juta, beasiswa enam siswa SMP Rp 3,24 juta, beasiswa satu siswa SMA Rp 780 ribu, lima zakat produktif untuk pengusaha kecil Rp 2,25 juta, 20 mushaf Alquran dan seratus Juz Amma Rp 2 juta dengan total Rp 53,77 juta.

Ketua Panitia, Hikam Aziz mengatakan, sumber dana baksos berasal dari zakat infak dan sedekah yang dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Purbalingga, Kantor Kemenag Purbalingga dan Pokjaluh Agama Islam Purbalingga. Tujuannya untuk menumbuhkembangkan kesolehan individu dan kesalehan sosial serta meningkatkan ketaqwaan dan kepedulian sosial.
(Ryan Rachman/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *