Warisan Budaya Tidak Bisa Diganti

by
Kunjungan Executive Vice President Daop IV PT KAI, Andika Tri Putranto; Kepala Bapeda Kota Semarang, Bambang Haryanto; Kepala Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng, Trenggono, dan GM Hotel Ciputra Semarang, Ida Bagus Ardana saat pameran benda bersejarah KA Indonesia. (kecirit.com/ Nugroho Wahyu Utomo)

Kunjungan Executive Vice President Daop IV PT KAI, Andika Tri Putranto; Kepala Bapeda Kota Semarang, Bambang Haryanto; Kepala Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng, Trenggono, dan GM Hotel Ciputra Semarang, Ida Bagus Ardana saat pameran benda bersejarah KA Indonesia. (kecirit.com/ Nugroho Wahyu Utomo)

SEMARANG, kecirit.com – Warisan budaya pada dasarnya tidak bisa diganti. Jadi suatu ketika akan punah. Maka tugas kita adalah menjaga, agar tetap bisa dilestarikan. Seperti halnya, kereta api yang memiliki warisan budaya dan masih terawat hingga kini. Sebagai contoh Gedung Lawang Sewu di Semarang.

Demikian sambutan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang dibacakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Kota Semarang, Bambang Haryono, dalam pembukaan acara Java Heritage di Hotel Ciputra Semarang, Rabu (28/9).

“Kendala yang saat ini dihadapi dalam merawat bangunan cagar budaya atau warisan budaya adalah pertentangan antara pelestarian dengan kepentingan ekonomi. Hal ini yang akan kita cari bersama solusinya,” kata Bambang Haryono.

Sementara itu terkait sejarah kereta api di Indonesia, Kepala Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng, Trenggono mengatakan, bahwa sejarah panjang KA Indonesia layak diapresiasi, termasuk peninggalan bersejarahnya.

“Karena akan menunjang dunia pariwisata, khususnya di Jateng. Apalagi sejarah KA Indonesia berawal dari kota Semarang, dan KA Wisata di Ambarawa adalah warisan budaya terbaik di dunia. Jateng layak bangga memilikinya,” kata Trenggono.

Terkait pelestarian warisan budaya, Eksekutif Vice President Daop IV PT KAI, Andika Triputranto mengatakan, bahwa PT KAI telah memiliki lima museum KA di seluruh Indonesia.”Kelima museum tersebut ada di kota Bandung Jawa Barat, Ambarawa, Padang Sumatera Barat, dan Bondowoso Jawa Timur,” kata Andika Putranto.

Andika menambahkan, bahwa kegiatan pameran Java Heritage dengan tema The Legend of Train di Hotel Ciputra Semarang ini, hendaknya bisa memberi wawasan sejarah KA Indonesia bagi masyarakat.

Acara Java Heritage, menurut GM Hotel Ciputra Semarang, Ida Bagus Ardana, tahun 2016 merupakan penyelenggaraan yang ke-10.”Pameran ini mengambil tema: Legend of Train yang memamerkan benda – benda bersejarah di dunia KA, karena bertepatan dengan HUT PT KAI ke-71. Acara ini berlangsung dari tanggal 28 September 2016 – 12 Oktober 2016,” kata Ida Bagus Ardana.

(Nugroho Wahyu Utomo/ CN33/ SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *