Warga Desak Galian C Ilegal Ditutup

by

SRAGEN- Sejumlah warga dari berbagai elemen berunjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Mapolres Sragen, Kamis (27/10). Melalui spanduk dan poster, mereka mendesak aparat penegak hukum agar menutup seluruh penambangan galian C ilegal di Kabupaten Sragen.

Pasalnya, selain telah merusak lingkungan dan jalan, dirasa tidak ada tindakan tegas dari aparat kepolisian terkait merebaknya penambangan ilegal di sektor penambangan galian C. ”Kami butuh sikap nyata, tidak hanya aksi retorika semata. Kalau wani nindak sak aktor intelektuale, jangan hanya peye-peye di lapangan,” ucap Ujang Nuriyanto, koordinator aksi, saat berorasi di halaman Mapolres Sragen.

Menurutnya, aparat kepolisian dinilai melakukan tebang pilih terhadap kasus penambangan galian C ilegal di Kabupaten Sragen. Sebab, selain masih banyak galian C ilegal yang tidak diproses, diduga ada aparat yang menjadi beking penambangan tersebut. ”Segera tutup galian C yang tidak berizin. Apabila dalam waktu dekat tidak ada tindakan, kami akan melakukan aksi dengan massa yang lebih besar,” tandasnya.

Data yang dimilikinya, ada 54 titik penambangan galian C ilegal di Kabupaten Sragen. Namun dalam kenyataannya, baru dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus tersebut. ”Yang ditangkap jangan hanya pekerja di lapangan. Usut aktor intelektualnya juga,” katanya.

Pihaknya meminta kepada aparat kepolisian agar menuntaskan siapa pun pejabat dan oknum yang terlibat dalam penambangan galian C ilegal. ”Apa kurang suwe penyelidikannya. Kenapa dibiarkan begitu saja selama 3 tahun ini,” katanya.

Berkas Dikirim

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sragen AKP Supadi, mewakili Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso, mengatakan, menerima seluruh masukan dari masyarakat terkait adanya pelanggaran penambangan galian C di Kabupaten Sragen. Sejauh ini, pihaknya telah menetapkan dua orang tersangka terkait penambangan ilegal di Sragen. ”Berkas keduanya sudah kami kirim ke Kejaksaan dan masih menunggu hasilnya. Berkasnya kami kirim pada Rabu (26/10),” ujarnya kepada sejumlah wartawan di Mapolres Sragen, kemarin. (shd-85)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *