Warga Bantaran Bengawan Solo Bersiaga

by

SUKOHARJO – Warga bantaran di Kabupaten Sukoharjo bersia p – s i a p , karena debit air Bangawan Solo terus naik. Bahkan tempat evakuasi banjir yang biasanya memanfaatkan balai desa, mulai disiapkan. Dari pantuan di lapangan, debit sungai terpanjang di Pulau Jawa itu, fluktuatif atau berubahubah.

Kenaikan Bengawan Solo yang melintasi sejumlah kecamatan di Kota Makmur, terjadi pada Rabu (28/9) dini hari. Hanya saja, ketinggian air belum menyentuh alarm penanda banjir yang berwarna hujau, kuning dan merah. ”Kenaikan signifikan itu pukul 10.00. Sebelumnya sempat turun, tetapi naik lagi dua meter,” ungkap penjaga alarm banjir di bantaran Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Siwi (40), Rabu (9).

Wanita yang mondar-mandir mengamati alarm milik Jasa Tirta I Jateng itu, jika dia dan warga lain di bantaran mulai bersiap-siap. Pasalnya dikhawatirkan Bengawan Solo meluap ke permukiman warga. Hanya saja, dia berharap ada lokasi untuk evakuasi yang disediakan pemerintah. Apalagi debit air sungai itu, bisa terus mengalami kenaikan. ”Yang kami khawatirkan, kenaikan saat malam dan dini hari. Saya juga diminta untuk melaporkan setiap perkembangan debit air pada petugas,” terang dia.

Warga lain di bantaran Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Rochmadi (49), juga mengaku mulai mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu air sungai meluap. Hanya saja dia beruntung, saat hujan semalam penuh, air tidak meluap ke permukiman.

Meskipun ketinggian air diperkirakan sudah mencapai 5-6 meter dari dasar sungai. ”Kami mewaspadai jika hujan terjadi lagi. Apalagi hujan semalam hampir 8 jam, tetapi . Hanya air belum naik ke permukiman,” paparnya.

Sulit Diprediksi

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Suprapto menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan seluruh perangkat desa yang selama ini wilayahnya rawan kebanjiran. Yakni di Kecamatan Grogol, Mojolaban dan Polokarto. Dia mengaku tempat evakuasi jika terjadi banjir, tetap akan dilakukan di aula balai desa.

Pihaknya juga menyiagakan personel dan peralatan evakuasi. ”Sulit diprediksi, tapi cenderung naik. Kami minta setiap desa sudah siap tempat evakuasi,” jelas dia.

Dia menambahkan, berdasarkan data, ada puluhan titik rawan banjir. Diantaranya di Desa Kadokan, Langenharjo, Grogol, Parangjoro, Pandean dan Telukan di Kecamatan Grogol. Kemudian di Desa Pranan, Bugel dan Ngombakan, Kecamatan Polokarto. Serta Desa Gadingan, Laban, Plumbon dan Tegalmade di Kecamatan Mojolaban. Dia juga memantau anak sungai Kali Samin, Ranjing, Dengkeng dan Jlantah. ”Koordinasi dengan relawan Polri, TNI dan PMI, juga kami intensifkan,” tuturnya. (H80-50)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *