Usung Fixcrane, Pelindo III Meriahkan Karnaval Sumpah Pemuda

by
Foto: istimewa

Foto: istimewa

GRESIK, kecirit.com – PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) mengusung fixcrane dan forklift sebagai ikon fasilitas Pelabuhan Gresik dalam Pawai Karnaval Industri yang Berbudaya 2016. Kegiatan tersebut diikuti oleh sedikitnya 20 perusahaan yang beroperasi di wilayah Gresik kemarin. Rute pawai dimulai dari Kantor Bupati menuju Gelora Joko Samudro yang terletak di Jalan Veteran Gresik.

Pawai Karnaval Industri Berbudaya ini merupakan yang pertama kali diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Karnaval diadakan sebagai bentuk apresiasi kepada pemuda-pemuda yang berkarya, menjadikan Indonesia lebih baik dalam bidang bisnis atau kewirausahaan.

Menurut Onny Djayus General Manager Pelindo III Gresik, pawai industri ini merupakan kegiatan yang patut didukung. “Partisipasi kami sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah agar masyarakat lebih mengenal Pelabuhan Gresik,” jelasnya.

Pelabuhan Gresik menampilkan konsep pelayanan jasa berupa fasilitas alat bongkar muat pada pawai tersebut. “Pelabuhan Gresik tidak hanya dikenal sebagai tempat sandarnya kapal, tetapi juga ada aktivitas bisnis di dalamnya, meliputi bongkar muat curah cair, general cargo dan curah kering,” lanjut Onny dalam siaran pers Pelindo.

Pawai tersebut juga diiringi oleh ratusan penari dari berbagai sekolah di Gresik yang membawakan bermacam-macam tarian daerah. “Untuk tarian, kami bekerjasama dengan SMK Nurul Ihsan untuk mengiringi. Tarian yang dibawakan merupakan tarian zavin yang merupakan tarian asli Bawean Gresik,” ucap Boedhi Soetjahjo Manager Umum dan SDM Pelindo III Gresik.

Bawean dijuluki Pulau Putri karena banyak perempuan yang ditinggal suami mencari nafkah di negeri rantau dalam jangka waktu yang lama.

Maka, kala sang suami pulang dari perantauannya, sang istri menyambutnya dengan suka cita. Kerinduan yang bercampur dengan rasa gembira dan haru itu kemudian berubah menjadi suka cita yang terasa bagai seteguk air di gurun yang tandus.

Itu pula yang terpresentasi dari tarian tersebut. “Yang jelas warna pakaian yang ditampilkan tidak mengurangi rasa sukacita dari penarinya. Karena pakem dasar tujuan performa tarian ini adalah memunculkan suasana yang ceria dan hidup,” kata Dhistary Virgian, pelatih tari SMK Nurul Ihsan.

(Linda Putri/ CN33/ SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *