Usaha Penerbitan Dibantu Sertifikasi HKI

by

SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman tahun ini kembali memberi bantuan penerbitan sertifikasi hak kekayaan intelektual (HKI) kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Kali ini, bantuan berupa pendampingan dan biaya penerbitan sertifikasi bagi 36 pelaku usaha dan penerbitan merek. Terdiri atas 25†penerbitan merek, 9 hak cipta, dan 1 hak paten.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Sleman CC Ambarwati menjelaskan, bantuan yang diberikan dalam bentuk biaya dan pendampingan. ”Pelaku usaha perlu mengantongi sertifikasi HKI agar produk yang dihasilkan mempunyai kekuatan dan kepastian hukum sebagai perlindungan terhadap merek,” katanya, Rabu (26/10).

Motor Antibegal

Adapun nominal bantuan yang diberikan, masing-masing Rp 1 juta untuk penerbitan merek, dan Rp 300 ribu hingga Rp 900 ribu untuk sertifikasi hak cipta. Tahun ini bantuan hak cipta ini diberikan kepada 9 karya berupa buku dan tari. Sementara†bantuan hak paten Rp 6,3 juta diserahkan kepada SMK Diponegoro Sambego Maguwoharjo Depok.

Karya yang dipatenkan berupa† motor antibegal. Selain itu, Pemkab juga memberikan bantuan biaya sertifikasi hak paten sederhana kepada Suryadi Rp 4,6 juta dengan penemuan media tanam dari plastik kresek (mediokres). Kabag Humas Setda Sleman, Sri Winarti menerangkan, bantuan stimulan HKI ini rutin dianggarkan setiap tahun. Tahun ini, dana yang dialokasikan sebesar Rp 40 juta. ”Program pemberian stimulan ini sebagai wujud apresiasi sekaligus perlindungan terhadap hasil karya warga Sleman. Di lain sisi, sertifikasi HKI juga dapat memberi manfaat secara ekonomi,” katanya.

Ke depan, Pemkab akan terus mendorong pengembangan iklim budaya kreatif. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk mengembangkan kawasan berbudaya HKI sebagai implementasi SK Kemenkumham. (J1-36)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *