Unjuk Rasa, Calon Kades Tlogorejo Ajukan Gugatan Pilkades

by
UNJUK RASA: Sejumlah pendukung Asmadi, calon kades dari Desa Tlogorejo Kecamatan Karangawen, Demak melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap hasil penetapan pilkades di depan kantor dinas bupati, Senin (24/10).(kecirit.com/Hartatik)

UNJUK RASA: Sejumlah pendukung Asmadi, calon kades dari Desa Tlogorejo Kecamatan Karangawen, Demak melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap hasil penetapan pilkades di depan kantor dinas bupati, Senin (24/10).(kecirit.com/Hartatik)

DEMAK, kecirit.com – Untuk kesekian kali, Asmadi, calon kades dari Desa Tlogorejo Kecamatan Karangawen beserta massa pendukungnya melakukan aksi unjuk rasa. Kali ini, mereka mendatangi kantor dinas bupati dan mengajukan permohonan pelantikan kades terpilih hasil pilkades serentak agar ditunda.”Kami ingin bertemu dengan bupati, jangan ada pelantikan dulu sebelum ada putusan dari PTUN,” kata Setyo, penasehat hukum Asmadi saat beraudiensi di ruang Asisten Bidang Pemerintahan Setda Demak, Senin (24/10).

Perwakilan rombongan Asmadi semula ditemui oleh Wakapolres, Kompol Sulasno, Staf Ahli Sekda Bidang Pemerintahan, Trisno Eddie Djatmiko, Kepala Kantor Kesbangpolinmas, Taufik Rifai, serta Kasubag Aparatur dan Kelembagaan Pemerintahan Desa, Gunadi. Audiensi berlangsung lebih dari dua jam dan diwarnai silang pendapat.

Pihak Asmadi bersikeras, terjadi kecurangan pilkades. Sehingga mereka menuntut agar Muhtarom, kades terpilih tidak dilantik sebelum adanya putusan dari pengadilan. Sebagai tambahan informasi, Asmadi melalui kuasa hukumnya mengajukan gugatan pilkades Desa Tlogorejo Kecamatan Karangawen ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Gugatan didaftarkan Kamis (20/10)lalu dan telah bernomor register 061/G/2016/PTUN – Smg. Calon kades nomor urut tiga ini sempat dinyatakan menang oleh pihak panitia pilkades. Namun selang satu jam kemudian panitia mengumumkan kembali
bahwa pemenang pilkades adalah Muhtarom.

Sehubungan itu, Asmadi mengajukan gugatan terhadap panitia pilkades dan BPD selaku pihak yang menetapkan Muhtarom sebagai kades terpilih Desa Tlogorejo. Berulang kali pihak Asmadi merasa dicurangi, karena pada saat panitia melakukan proses hitung ulang tidak ada saksi mereka yang berada di lokasi penghitungan suara.

“Pihak panitia yang meminta Pak Asmadi turun dari panggung setelah diumumkan tiga kali sebagai pemenang. Secara otomatis pendukung dan saksi beliau ikut pulang merayakan kemenangan,” imbuh Setyo.

Karena itu, ia menilai proses hitung ulang di tiga TPS yang dinyatakan bermasalah adalah tidak sah. Karena tidak dihadiri saksi dari Asmadi. Menyikapi hal itu, Eddie Djatmiko mengakui ada keteledoran panitia pilkades di level desa.

Terkait tuntutan penundaan pelantikan kades terpilih, pihaknya tidak bisa mengabulkan permohonan tersebut. Begitu pula proses penghitungan suara tanpa dihadiri saksi dari salah satu calon kades, lanjutnya, bukan berarti itu bisa membatalkan hasil pilkades.”Kami hanya bisa menunda pelantikanatas perintah pengadilan. Kalau tidak ada (perintah), tentu tidak bisa kamilakukan,” jelas Eddie.

Atas penjelasan itu, pihak Asmadi tetap bersikeras ingin menemui Bupati M Natsir yang sebelumnya disampaikan tengah berada di luar daerah. Perwakilan rombongan yang datang dengan menggunakan armada tiga truk itu akhirnya ditemui bupati selang 2,5 jam dari audiensi.

Pada kesempatan itu, Bupati tetap menolak keinginan pihak Asmadi terkait penundaan pelantikan kades terpilih. Bupati beralasan semua proses yang dilakukan panitia baik di tingkat desa maupun kabupaten sudah sesuai aturan perundang-undangan.”Pelantikan tetap akan dilanjutkan. Bila tidak puas, silahkan menempuh upaya hukum,” tukasnya.
(Hartatik/CN40/SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *