UMK Diusulkan Naik Rp 111.000

by

PURBALINGGA – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Purbalingga diusulkan naik Rp 111.000 untuk tahun depan. Angka tersebut disebut-sebut sudah sesuai dengan kebutuhan hidup layak (KHL) di Kota Perwira ini. Tahun depan UMK diusulkan naik menjadi Rp 1.488.500 dari UMK saat ini Rp 1.377.500.

Plt Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Purbalingga, Ngudiarto, Sabtu (30/10), mengatakan, angka itu sudah melalui tahap diskusi dewan pengupahan, tiga arah antara Pemkab, perusahaan, dan buruh.

Hasil Kesepakatan

“Kenaikan UMK itu sudah diusulkan Bupati ke Gubernur, tinggal kami menunggu ketetapannya,” kata Ngudiarto. Dia mengklaim, kenaikan UMK tersebut sudah di atas KHL masyarakat Kabupaten Purbalingga.

Adapun KHL saat ini yaitu Rp 1.421.000, selisih dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya Rp 1.409.000. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Purbalingga, Rocky Djunjungan, mengatakan, kenaikan UMK tersebut merupakan kesepakatan antara perwakilan buruh dengan pengusaha dan diketahui oleh Pemkab.

“Kami menghitung KHL di Purbalingga dengan sejumlah kriteria. Atas dasar KHL itu, UMK disepakati naik Rp 111.000. UMK itu selisih Rp 67.500 lebih tinggi dengan KHL,” katanya. Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Purbalingga, Supono Adi Wasito, mengatakan, perusahaan harus memberikan upah yang layak untuk para buruh.

Setelah nanti ada ketetapan dari Gubernur, perusahaan harus bisa memenuhi UMK tersebut kepada seluruh buruh tanpa terkecuali. “Sekarang yang masih sering tidak dipenuhi oleh perusahaan adalah buruh yang baru bekerja kurang dari sebulan, padahal sesuai UU mereka berhak mendapatkan upah penuh sesuai UMK,” tegasnya.( H82-55)