Turunan Salib Putih Perlu Jalur Penyelamat

by
RAWAN KECELAKAAN: Perempatan JLS Salib Putih merupakan daerah rawan kecelakaan, karena ada dua turunan tajam dari arah Kumpulrejo/ Solo dan dari arah Kopeng/Magelang.(kecirit.com/ Surya Yuli P)

RAWAN KECELAKAAN: Perempatan JLS Salib Putih merupakan daerah rawan kecelakaan, karena ada dua turunan tajam dari arah Kumpulrejo/ Solo dan dari arah Kopeng/Magelang.(kecirit.com/ Surya Yuli P)

SALATIGA,kecirit.com – Kerap terjadinya kendaraan berat seperti truk atau bus umum mengalami rem blong di turunan tajam Salib Putih, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga, menjadi keprihatinan warga setempat. Hingga kini, usulan jalur penyelamat yang pernah disampaikan sejumlah pihak, belum direalisasikan Pemkot Salatiga.

Tidak hanya itu, sejumlah jalan menurun rawan kecelakaan di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, juga membutuhkan jalur penyelamat. Sebagaimana diketahui, perempatan JLS Salib Putih merupakan titik rawan terjadinya kecelakaan. Karena berada di persimpangan dua turunan tajam atau jalan menurun. Pertama, turunan tajam dari arah Kopeng dan turunan tajam dari arah Solo/Kumpulrejo.

Umumnya, pengemudi kendaraan dari luar kota yang sedang melintas di turunan itu, kaget bila akan bertemu dengan perempatan traffic light (lampu merah) JLS Salib Putih. Karena dalam posisi kecepatan tinggi, akhirnya tidak mampu mengantisipasi. Apalagi terjadi persoalan pengereman sehingga terjadi tabrakan di perempatan JLS Salib Putih.

Kapolres Salatiga AKBP Yudo Hermanto menjelaskan, berbagai upaya rekayasa lalu lintas telah dilakukan untuk mengantisipasi kecelakaan. Terutama akibat rem blonk kendaraan di sekitar perempatan JLS Salib Putih. Terutama mengusulkan pembuatan jalur penyelamat dan jalur memutar bagi kendaraan dari arah Kopeng memutar di depan taman kota, sebelum menuju ke Jl Hasanudin.”Polres Salatiga dan Dishub Kota Salatiga telah menerapkan sistem memutar kendaraan dari arah Kopeng memutar di depan taman kota, ketika hendak menuju Jl Hasanudin ke Pasar Sapi Rejosari. Saat lampu merah dari arah Kopeng tidak difungsikan, sehingga seluruh kendaraan harus berbelok ke kiri,” kata Kapolres.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Budaya dan Pariwisata (Dishubkombudpar), Ady Suprapto mengungkapkan, pihaknya pernah mengusulkan dua jalur penyelamat (di sisi kiri JLS dari arah Solo dan dari arah Kopeng). Yakni satu jalur penyelamat dari arah Kumpulrejo/ Solo dan dari arah Kopeng. Semua jalur penyelamat itu akan menggunakan lahan HGU milik Yayasan Salib Putih.”Kami sudah mengusulkannya, namun usulan itu belum mendapat persetujuan dari Yayasan Salib Putih. Dan saat ini JLS sudah menjadi jalan nasional. Maka usulan itu diserahkan ke Bina Marga dan telah disampaikan ke Pemprov Jateng dan Pemerintah Pusat. Kami belum tahu kelanjutan dan persetujuan atas usulan itu,” ujar Ady Suprapto.

Adapun fungsi jalur penyelamat berfungsi mereduksi kendaraan berkecepatan tinggi di jalur turunan. Jalur penyelamat berada di kiri jalan dan berupa tanjakan berundak-undak. Adanya undak-undakan ini, maka perputaran roda dan kecepatan
kendaraan melambat.
(Surya Yuli P/ CN40/ SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *