Tunggakan Iuran Rp 4 Miliar Bakal Ditagih

by

BOYOLALI – Sebanyak 17 kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mulai diterjunkan untuk mendukung kinerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Salah satu tugasnya adalah menagih tunggakan kepesertaan BPJS mandiri oleh masyarakat.

Menurut Pengelola Unit Penagihan dan Keuangan BPJS Kabupaten Boyolali, Dini Hapsari, hingga Oktober ini, jumlah tunggakan BPJS mandiri bukan penerima bantuan iuran (PBI) untuk Boyolali mencapai Rp 4 miliar. ”Sehingga dengan adanya kader JKN ini, diharapkan mampu membantu BPJS melakukan penagihan kepada peserta yang menunggak,” katanya, Kamis (27/9).

Dijelaskan, selain bertugas menagih, kader JKN kabupaten tersebut juga bertugas untuk melakukan sosialisasi program BPJS serta melakukan perekrutan kepesertaan BPJS baru. Sebanyak 10 orang bertugas di wilayah Boyolali. ”Dan tujuh orang lainnya untuk wilayah Klaten.”

Kurang Kesadaran

Diakui, tunggakan yang terjadi pada kepesertaan BPJS di antaranya karena peserta yang bersangkutan kondisi ekonominya sudah sangat miskin. Akibatnya, dia tidak mampu membayar iuran kepesertaan. Praktis, peserta tersebut hanya mampu membayar iuran rutin pertama. ”Selanjutnya mereka tidak mampu.” Ada pula yang sebenarnya mampu, tetapi kurang kesadaran.

Peserta itu menganggap cukup sekali membayar sekali dan bisa berlaku seumur hidup. Padahal kepesertaan BPJS mandiri harus membayar rutin setiap bulannya sesuai kelas layanan. Sesuai ketentuan, untuk layanan BPJS kelas I, peserta diwajibkan membayar iuran sebesar Rp 82.000/bulan; kelas II sebesar Rp 51.000/bulan, dan kepesertaan BPJS kelas III sebesar Rp 25.500/bulan. Terpisah, salah seorang kader JKN, Nur Ampiningsih mengaku dirinya siap bekerja sesuai tugas yang diterima. Bahkan, untuk memperlancar tugas, dia membuka chanel agen di rumahnya di Wonosegoro. ”Kami bisa melayani pembayaran rutin tagihan BPJS, sosialisasi dan promosi program BPJS, serta melayani keikutsertaan BPJS baru.” (G10-68)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *