Tinggi, Angka Kematian Ibu dan Bayi Jadi PR Semua Pihak

by
SEMINAR KESEHATAN: Rumah Sakit Harapan Ibu (RSHI) Purbalingga menggelar Seminar Kesehatan Obsgyn dan Pediatrik Update di RM Bale Apoeng, Bojongsari, Minggu (2/10).(kecirit.com/Ryan Rachman)

SEMINAR KESEHATAN: Rumah Sakit Harapan Ibu (RSHI) Purbalingga menggelar Seminar Kesehatan Obsgyn dan Pediatrik Update di RM Bale Apoeng, Bojongsari, Minggu (2/10).(kecirit.com/Ryan Rachman)

PURBALINGGA, kecirit.com – Angka kematian ibu dan bayi di Purbalingga bisa dikatakan masih tinggi. Ini jadi PR bersama baik rumah sakit negeri swasta dan pemerintah. Hal itu disampaikan Direktur Rumah Sakit Harapan Ibu (RSHI) Purbalingga dokter Hayati Istifada saat membuka Seminar Kesehatan Obsgyn dan Pediatrik Update di RM Bale Apoeng, Bojongsari, Minggu (2/10).

“Dengan seminar ini, tujuannya agar para bidan lebih memiliki kemampuan dalam menangani kelahiran yang berimbas pada ditekannya angka kematian ibu dan bayi,” katanya.

Seminar tersebut memberikan edukasi tentang penanganan ibu melahirkan dengan cara terbaru. Diharapkan bisa langsung dipraktikkan oleh bidan dalam memberi pelayanan terhadap pasien. Dengan adanya ilmu dan teknik terbaru dalam menangani ibu melahirkan, diharapkan angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan.

Seminar  menghadirkan dokter-dokter spesialis onkologi ginekologi. Masing-masing dr Herman Sumawan dengan materi Paradigma Baru Preeklamasi dan Deteksi Dini Di Komunitas, dokter Edi Priyanto dengan materi Tips dan Trik
Manajemen Abnormal Uterine Bleeding, dokter Eri Perdana Ushan dengan materi Manajemen Lesi Prakanker Serviks Uteri, dokter Qodri Santosa membawakan materi Kolaborasi Kebidanan dan Pediatrik dalam Pencegahan dan Pengelolaan
Defisiensi Besi pada Bayi, dan dokter Latifah Hanum yang membawa materi Perawatan Di Ruang Perinatal.

Seminar tersebut diikuti oleh sekitar 500 bidan dari Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Banjarnegara termasuk dari Jakarta. Mereka merupakan bidan di rumah sakit, puskesmas, klinik, dan bidan desa.

Hayati menambahkan, fasilitas baru di RSHI yang baru difungsikan antara lain hemodialisa atau cuci darah, Transurethal Resection of The Prostate (TURP) atau pembedahan endoskopi pembesaran prostat jinak dan Electroencephalogram (EEG) atau rekam aktivitas listrik dari otak.
(Ryan Rachman/CN40/SM Network)