Tinggal di Gubuk Reot, Mbah Kasmini Rawat Cucu Lumpuh

by
MERAWAT CUCU: Mbah Kasmini (65) merawat cucunya yang mengalami kelumpuhan sejak kecil di gubuk reotnya, Dukuh Barus RT 2/RW 6 Desa Kalikondang Kecamatan Demak Kota, Jumat (6/1). (kecirit.com/ Hartatik)

MERAWAT CUCU: Mbah Kasmini (65) merawat cucunya yang mengalami kelumpuhan sejak kecil di gubuk reotnya, Dukuh Barus RT 2/RW 6 Desa Kalikondang Kecamatan Demak Kota, Jumat (6/1). (kecirit.com/ Hartatik)

DEMAK, kecirit.com – Gelontoran dana desa ratusan juta rupiah ke desa ternyata belum maksimal dalam menanggulangi kemiskinan. Mbah Kasmini (65), misalnya, hidup dalam garis kemiskinan dan sama sekali tidak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah daerah.

Janda lansia ini tinggal sebatang kara di Dukuh Barus RT 2/RW 6 Desa Kalikondang Kecamatan Demak Kota. Ketiga anaknya telah berumah tangga dan hidup dalam kondisi serba kekurangan. Sehari-hari, dia merawat seorang cucu yang lumpuh sejak kecil.

Tempat tinggal Mbah Kasmini hanyalah gubuk yang amat tidak layak disebut sebagai rumah. Tidak layak huni, karena gubuk berukuran 4×7 m2 ini terbuat dari anyaman bambu dan berlantaikan tanah.

Gubug tersebut hanya ada satu kamar yang disekat seadanya. Tidak ada kamar mandi maupun kakus yang memadai. Penerangan rumah hanya mengandalkan satu bola lampu 15 Watt. Selebihnya tak ada barang-barang elektronik apapun.

Dinding rumahnya tampak reot dan atapnya sudah tidak sempurna. Jika hujan datang, mau tak mau Mbah Kasmini harus rela kehujanan karena atapnya bocor sana sini. “Ini rumah warisan bapak. Masih asli kondisinya, belum mampu mbangun,” kata Mbah Kasmini yang suaminya meninggal akibat sakit sejak anak-anaknya masih kecil, saat ditemui, Kamis (5/1).

Dia membesarkan ketiga anaknya dengan bekerja sebagai buruh tani. Namun seiring bertambahnya usia, tubuh rentanya kini tidak mampu diajak bekerja. Untuk kebutuhan makan, dia dibantu tetangga sekitar termasuk adiknya yang kini menderita stroke.

Sehari-hari, ia merawat Ahmad Hamdani (15), cucu dari anak adiknya yang ditinggal orang tuanya sejak lahir. Sang cucu tidak bisa berjalan karena kakinya mengecil sehingga bila kemana-mana harus dibopong.

Akibat kondisinya itu, Ahmad mengenyam pendidikan hanya sampai kelas 3 sekolah dasar. Bocah laki-laki itu putus sekolah, lantaran terkendala tidak ada yang mengantarkannya ke sekolah. “Kasihan orang tuanya pisah dan tidak mau merawatnya. Saya yang rawat dia karena adik saya stroke,” imbuhnya.

Mbah Kasmini mengaku belum pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah baik itu berupa raskin, bantuan uang BLSM maupun bedah rumah. Bahkan ketika ada pembagian raskin, ia hanya bisa gigit jari dan menyayangkan justru warga yang punya sepeda motor malah mendapatkan raskin.

Hj Sumirah (70) dan Haryanti merupakan dua orang tetangga yang sering memberi makanan kepada Mbah Kasmini. Ia pernah menanyakan kepada perangkat desa setempat kenapa Mbah Kasmini tidak pernah mendapat bantuan seperti raskin.

“Katanya (perangkat) data penerima bantuan sudah dari atas, jadi tidak tahu menahu. Kami juga tidak tahu apa data itu memang penerima yang sesungguhnya yang berhak menerima bantuan,” katanya kesal.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Demak, Anjar Gunadi mengatakan, kondisi Ahmad Hamdani akan menjadi prioritas kinerjanya sebagai pimpinan setelah rotasi pejabat eselon. Pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan agar Mbah Kasmini mendapat perhatian serius.

(Hartatik/ CN33/ SM Network)

Hasil Pencarian Paling Populer Adalah:

  • pideo bokep cucu lumpuh