Tiga Tanggul Sungai Kritis, 11 Desa Rawan Terendam

by
Foto: krjogja

Foto: krjogja

PURWOREJO, kecirit.com – Sejumlah tanggul sungai di beberapa wilayah di Kabupaten Purworejo kritis. Tercatat, ada tiga titik tanggul kritis dan sangat rawan jebol. Tiga titik tanggul tersebut antara lain di Desa Sidarum Kecamatan Kutoarjo tanggul Kali Jali, di Desa Pogungjurutengah Kecamatan Bayan tanggul Kali Jali, dan di Desa Wironatan Kecamatan Butuh tanggul Kali Gebang Kecil yang merupakan daerah perbatasan dengan Kabupaten Kebumen.

Koordinator Pusat Pengendali Operasi (Pusdalop) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, Salman mengungkapkan, kondisi tanggul saat ini sangat memprihatinkan. Seperti halnya di Desa Sidarum, panjang tanggul yang sebelumnya mencapai 10 meter, saat ini tanggul hanya tersisa 30 centimeter. “Beruntung warga bahu membahu dengan membuat karungu goni yang diisi pasir untuk menutup tanggul,” ungkapnya.

Dikatakan, dari tiga tanggul yang kritis tersebut, terdapat kurang lebih 11 desa yang rawan terdampak banjir. Antara lain, untuk titik tanggul di Desa Sidarum, lima desa rawan terdampak, yakni Desa Sidarum, Desa Kiyangkongrejo, Desa Ketiwijayan, Desa Jono dan Desa Kebondalem. Sementara di tanggul Desa Pogungjurutengah, desa yang rawan terdampak yakni, Desa Pogungjurutengah, Desa Jono, Desa Kedungkamal, Desa Sangubanyu, Desa Grabag dan Desa Tunggulrejo.

Sementara itu, satu titik lagi berada di Desa Wironatan Kecamatan Butuh, tanggul di Kali Gebang Kecil di perbatasan Purworejo-Kebumen. Tanggul tersebut pernah jebol dan membuat air menggenangi pemukiman warga setinggi 50-75 centimeter. “Tanggul di Desa Wironatan sampai saat ini kritis, karena tanggul pernah jebol. Satu desa terdampak, yakni Desa Wironatan. Sebanyak 237 jiwa mengungsi,” jelas Mbah Salman, sapaan karibnya.

Pihaknya terus mewanti-wanti agar masyarakat sekitar tanggul yang kritis agar selalu berhati-hati dan harus siap siaga bencana. Karena, intensitas hujan hingga saat ini masih tinggi. Bahkan curah hujan bisa dibilang dua kali lipat dari pada kondisi normal. “Kami sangat berharap, masyarakat harus lebih waspada atas kemungkinan bencana melanda. Penanganan cepat di beberapa tanggul juga sangat diharapkan, baik peran serta pemerintah maupun warga,” harap dia. (M Abdul Rohman/CN38/SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *