Tiga Sungai Bakal Direstorasi

by
BERSIHKAN SUNGAI: TNI, Polri dan warga bergotong royong membersihkan Sungai Sungsang di Desa Bendan, Kecamatan Banyudono belum lama ini.(kecirit.com/Joko Murdowo)

BERSIHKAN SUNGAI: TNI, Polri dan warga bergotong royong membersihkan Sungai Sungsang di Desa Bendan, Kecamatan Banyudono belum lama ini.(kecirit.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI, kecirit.com — Masyarakat didorong menjaga ekosistem sungai di wilayah masing- masing. Selain membentuk komunitas dan relawan sungai, juga akan dilakukan restorasi sungai.

“Ke depan, restorasi juga mencakup Kali Pepe di wilayah Kecamatan Ngemplak,” ujar anggota fasilitator Sekolah Sungai, Agung Nugroho Pembentukan dan Pengembangan Komunitas Sungai yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali dan Gerakan Pengurangan Risiko Bencana Boyolali, Rabu (28/9).

Dijelaskan, visi restorasi sungai di Boyolali adalah mewujudkan sungai terbersih sedunia pada tahun 2045. Sekaligus memulihkan ekosistem sungai dan mewujudkan pengelolaan sungai berbasis mitigasi bencana.

“Adapun sasarannya adalah Kali Gede di Boyolali Kota dan Sungai Sungsang yang mengalir di Desa Bendan, Kecamatan Banyudono,” terang Agung.

Ke depan, restorasi sungai akan mengarah ke Kali Pepe yang bermuara di wilayah Kecamatan Ngemplak mengingat Kali Pepe sering menjadi pemicu banjir di sekitar aliran Sungai Bengawan Solo, mulai dari Kota Solo hingga wilayah Ngawi Jawa Timur.

Dijelaskan, bencana alam yang sering terjadi tak pernah jauh dari sumber sungai dan drainase. Di Boyolali, bencana banjir jarang terjadi kecuali di wilayah Ngemplak. Namun, Boyolali juga harus memikirkan wilayah sekitarnya.

“Terutama memikirkan Solo yang menjadi muara aliran air dari sungai-sungai yang ada di Boyolali,” tandas Agung.

Komunitas sungai yang ada di Boyolali akan mencontoh restorasi Kali Code yang ada di Jogja. Dia menilai, kawasan Boyolali memiliki sejumlah sungai yang punya potensi wisata. Misalnya Kali Cebong Kiringan dan aliran Semuncar di Pantaran, Ampel.

“Sayang, potensi itu belum dikembangkan secara optimal,” pungkasnya.
(Joko Murdowo/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *