Tidak Puas Laporan, Kapolres Sidak Samsat

by
MINTA KOMENTAR: Kapolres Tegal Kota AKBP Firman Darmansyah saat sidak di Kantor Samsat berdialog dengan warga yang mengurus perpanjangan STNK, dan meminta komentar atau tanggapan atas pelayanan di kantor itu, Juga soal keberadaan pungli.(kecirit.com/Riyono Toepra)

MINTA KOMENTAR: Kapolres Tegal Kota AKBP Firman Darmansyah saat sidak di Kantor Samsat berdialog dengan warga yang mengurus perpanjangan STNK, dan meminta komentar atau tanggapan atas pelayanan di kantor itu, Juga soal keberadaan
pungli.(kecirit.com/Riyono Toepra)

TEGAL, kecirit.com – Kapolres Tegal Kota AKBP Firman Darmansyah, rasa-rasanya bukan tipe pimpinan yang tak mudah puas dengan laporan baik dari bawahannya. Terbukti, secara mendadak dia kembali melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Kantor Samsat, Rabu (26/10).

Hal itu cukup mengejutkan sejumlah bawahannya yang bertugas di kantor tersebut dan tengah melayani STNK, cek fisik kendaraan, serta pembuatan pelat nomor polisi untuk kendaraan bermotor.”Kami beberapa hari sebelumnya sudah mengelar sidak di kantor samsat dan tak menemukan adanya pungli maupun calo pengurusan STNK. Kegiatan sidak ini sudah kami laporkan ke Kapolres. Tapi Kapolres tiba-tiba sidak di kantor ini untuk mengecek kebenaran laporan kami,” ujar Kasi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Tegal Kota Ipda Bambang Gatot.

Di ruang tunggu pelayanan STNK, kapolres langsung berdialog dengan warga. Tak basa-basi, Kapolres didampingi Kasat Lantas AKP Aris Arianto, Kanit Regident Ipda Sunetra, dan Kepala Kantor Samsat Tegal Supriyono, menanyakan ke warga apakah ada pungutan yang di luar ketentuan. Alias pungutan liar.

Juga berapa lama mengurus perpanjangan STNK dan berapa biaya yang harus dikeluarkan. Salah seorang warga, M Slamet Haryono menjawab pertanyaan itu mengatakan, membayar biaya pajak untuk perpanjangan surat itu sesuai ketentuan.”Ini saya lagi antre Pak. Katanya suruh nunggu lima menit. Kebetulan antreannya tidak panjang,” ucap dia, yang tak lama kemudian langsung beranjak dari tempat duduknya karena petugas telah memanggil nomor antreannya.

Di loket pembayaran dan penyerahan berkas, kapolres juga mendapatkan jawaban untuk mengurus perpanjangan STNK, jika sudah cek fisik hanya butuh waktu lima menit. Jika digabung dengan menunggu antrean sekitar 15 menit.

Kepada Kepala Kantor Samsat Tegal Supriyono, dia juga memuji kondisi kantornya yang cukup bersih dan rapi. Bahkan mirip hotel dan mall. Selain dilengkapi dengan pendingin ruangan atau udara (air conditioner atau AC), antreannya cukup rapi.
Di sejumlah sudut pelayanan STNK, Cek Fisik dan pembuatan pelat nomor kendaraan, kapolres tak henti-henti menyosialisasikan nomor telepon selulernya untuk pengaduan atau call center pungli.

“Ini no hp yang saya bawa setiap hari. Jadi kalau ada warga yang mengetahui pungli atau menjadi korban pungli langsung sms atau telepon saya di nomor ini. Bisa juga melaporkan pakai Whats App (WA) saya di nomor ini. 081213161974. Ini nomornya dicatat dan diingat ya,” ucap dia kepada warga di ruang tunggu pelayanan kantor itu.

Dengan gaya khasnya, dia kemudian berjalan ke sejumlah sudut kantor tersebut hingga ke bagian belakang.”Kok tidak ada calonya. Apa kabur dan takut begitu lihat saya. Pokoknya kalau ada calo dan memungut biaya yang memberatkan warga, itu pungli. Laporkan ke saya ya. Saya akan kembali ke sini secara mendadak dan akan mengecek kondisi pelayanannya,” tandas dia.
(Riyono Toepra/CN40/SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *