Temanggung Fair Dongkrak Perekonomian

by

TEMANGGUNG – Temanggung Fair kembali digelar di Gedung Pemuda dan telah menapaki tahun ke-3 dengan harapan bisa mendongkrak perekonomian, melalui penampilan produk-produk baik dari perusahan maupun UMKM. Jika pada Temanggung Fair 2014, jumlah stan hanya 160, lalu 2015 180 stan, saat ini sudah meningkat menjadi 201 stan. Jumlah tersebut antara lain dari SKPD, swasta, perbankan, otomotif, stan produk kopi dan lainlain.

Gubernur Ganjar Pranowo yang membuka pameran tersebut mengapresiasi diadakannya Temanggung Fair, karena akan berdampak positif bagi perekonomian. Ajang ini tidak sekadar memamerkan produk, tapi pembelajaran bagi produsen untuk mengemas produk dengan baik agar lebih menarik. Disamping itu, untuk membangun jaringan. ’’Saya kira ini merupakan bagian dari cara promosi Temanggung yang bagus, sehingga segala potensi yang ada bisa diangkat dan ditunjukkan. Tidak hanya yang dikerjakan oleh pemerintah, tapi apa yang menjadi produk masyarakat. Temanggung Fair ini akan mendorong orang untuk menunjukkan prestasi, maka tadi kami dorong tidak hanya menampilkan produknya tapi promosinya, kelengkapannya, kualitasnya,’’ ujarnya, Kamis (27/10).

Berlimpah

Menurut dia, Indonesia ini memiliki kekayaan berlimpah, hanya saja selama ini masih terkendala pada pemasaran, pengemasan produk, serta membangun jaringan. Pemasaran produk di era modern ini juga tidak bisa hanya dengan cara konvensional, tapi harus dengan cara e-commerce atau promosi penjualan di dunia maya yang bisa diakses di seluruh dunia. Pada kesempatan itu Ganjar menyoroti kopi Temanggung yang belakangan ini sedang meroket karena kualitasnya.

Dia mendorong agar produk unggulan ini dikelola secara serius, misalnya dihitung kapasitasnya, jika ada pemesan maksimal bisa memenuhi berapa banyak dan sering diadakan festival kopi. Dikatakan, produk bagus tapi jika pengemasannya tidak bagus, promosinya tidak bagus, higienitasnya tidak bagus maka tidak akan laku, sebab saat ini jika berbicara produk berarti kualitas baru ke harga.

Kepala Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Temanggung, Rony Nurhastuti mengatakan, soal kopi memang saat ini sedang menjadi perhatian pemerintah daerah, sehingga festival kopi memang akan dijadikan sebagai agenda rutin untuk mendongkrak produk unggulan selain tembakau. Targetnya, kelak penjualan kopi Temanggung tidak hanya nasional tapi juga internasional. Pada Temanggung Fair ini juga digelar festival kopi dari 34 kontestan berasal 18 kecamatan penghasil kopi di Kabupaten Temanggung yang belum memiliki nama besar. Tujuan festival untuk memperoleh kopi robusta dan arabika terbaik, diambil juara 1,2,3 dan kopi favorit. Sebelumnya kopi Temanggung telah menjadi perhatian internasional saat menang kontes di Swedia dengan kopi milik Tuhar warga Tlahab, Kecamatan Kledung, kopi milik Mukidi asal Gandurejo Bulu mencuri perhatian di Atlanta, lalu kopi milik Rio dibawa Gubernur Ganjar ke Belanda. ’’Bupati bersama Kementerian Koperasi akan membawa kopi Temanggung lagi, ke Korea dan Belanda. Ini salah satu cara memasyarakatkan kopi Temanggung,’’ katanya. (K41-36)

loading...