Tel-U Terapkan Open Library

by
Foto: ISTIMEWA

Foto: ISTIMEWA

BANDUNG, kecirit.com – Telkom University, Tel-U, Bandung membuka akses atas seluruh hasil penelitiannya (open library) secara online. Total ada sebanyak 38.259 materi yang ditawarkan bagi masyarakat luas yang membutuhkannya.

Langkah tersebut merupakan terobosan karena tak jarang perguruan tinggi harus berpikir dua kali untuk melakukannya terlebih terhadap konten lokalnya.

Kemarin, kampus yang berbasis di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung itu meluncurkan program tersebut pada kegiatam “Telkom University Literacy Award 2016″.

Materi sebanyak itu terdiri dari 14.467 tugas akhir, skripsi, dan tesis, kemudian 15.970 file abstrak, dan 7.822 jurnal eproceeding.
Menurut Rektor Telkom University, M Ashari, bukan perkara mudah untuk membuka ruang tersebut. Langkah itu bahkan dianggap sebaga sebuah keputusan tak populer di dunia pendidikan tinggi.

Hal tersebut terutama berkaitan dengan isu plagiarisme. Namun kampus yang dinaungi BUMN telekomunikasi itu memilih memilih berniat membagikan pengetahuan tersebut sebanyak mungkin bagi masyarakat.

“Kami memiliki visi sebagai world class university, dan saya pikir salah satu tolak ukurnya adalah bagaimana penelitian yang dihasilkan bisa berdampak nyata dalam kehidupan masyarakat. Makanya kita buka,” katanya.

Tren teknologi informasi dan komunikasi yang terus menaik juga menjadi bahan pertimbangan karena sangat dibutuhkan masyarakat. Bidang itu menjadi spesialisasi perguruan tinggi tersebut sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi publik.

Wakil Rektor III Bidang Admisi & Kantor Internasional, AMA Suyanto menambahkan untuk menghindari plagiarisme, pihaknya memasang perangkat pendeteksinya.

“Kita sudah pasang tool untuk menghindari kasus seperti itu, aman, silahkan saja akses di situs kami melalui internet,” katanya.
Pihaknya tak menampik bahwa kebijakan tersebut memakan waktu, terutama dalam mengubah mindset terutama kekhawatiran akan plagiat. Karenanya ada 2 tahun waktu persiapan.

“Makanya kita sangat hati-hati sekali dalam penyiapannya terutama yang menyangkut dokumen. Kita juga berupaya memberi pemahaman bahwa ilmu itu hanya titipan Tuhan, tugas kita untuk men-sharenya,” jelasnya.

(Setiady Dwi/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *