Takmir Masjid Agung Surakarta Bentuk Tim SAR

by
Foto: harianjogja

Foto: harianjogja

SOLO, kecirit.com – Takmir Masjid Agung Surakarta membentuk tim SAR (search and rescue), yang akan membantu penanganan dan penanggulangan bencana di Solo dan sekitarnya.

Embrio pembentukannya sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu, dengan merekrut sejumlah relawan yang memiliki kepedulian untuk membantu penanggulangan dan penanganan kebencanaan.

Ketua Takmir Masjid Agung Surakarta Muhammad Muhtarom mengungkapkan, pembentukan tim SAR itu dilandasi keinginan agar Masjid punya peran yang lebih besar dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Selain itu juga dilandasi kondisi geografis wilayah Solo dan sekitarnya, yang rawan bencana. Daerah Pasarkliwon yang wilayahnya paling dekat dengan Masjid Agung itu langganan banjir di beberapa titik, karena posisinya berdekatan dengan Bengawan Solo,” tuturnya.

Dikatakannya, saat ini sudah ada 10-an relawan yang bergabung ke embrio tim SAR Masjid Agung. Diharapkan dalam beberapa waktu ke depan, jumlah relawan yang bergabung lebih banyak.

“Setelah rekrutmen ini, kami selanjutnya akan berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dengan Palang Merah Indonesia (PMI), dan sebagainya. Menyampaikan bahwa Masjid Agung kini memiliki tim SAR yang siap terjun membantu kegiatan kemanusiaan,” katanya.

Para relawan, nantinya juga akan dilatih kecakapannya dalam penanganan dan pencegahan bencana. Sehingga jika dibutuhkan, mereka benar-benar sudah siap bertugas.

Mengenai sarana dan prasarana, Muhtarom mengatakan, saat ini Masjid sudah memiliki ambulans bantuan dari Lazis Provinsi Jateng, yang biasa digunakan untuk kegiatan sosial.

“Ambulans ini bisa mendukung kegiatan tim SAR nantinya. Harapannya ke depan sarana yang dimiliki bisa bertambah. Karena berdekatan dengan wilayah rawan banjir, ya semoga nanti bisa memiliki perahu karet untuk mendukung operasi-operasi tim SAR kami,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam pembentukan tim SAR tersebut, landasan utamanya adalah mendukung kegiatan sosial kemanusiaan. “Ini murni bertujuan kegiatan sosial. Tidak ada tendensi apapun dan tidak membedakan agama, suku dan lain-lain,” imbuhnya.

(Irfan Salafudin/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *