Tak Bayar Gaji Karyawan, PT Pancamas Jayaprakarsa Sukoharjo Digugat ke PHI

by
Ilustrasi: detik

Ilustrasi: detik

SEMARANG, kecirit.com – Sebanyak 17 dari 89 karyawan PT Pancamas Jayaprakarsa, Grogol, Kabupaten Sukoharjo yang tidak dibayar gajinya oleh perusahaannya menggugat ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Gugatan yang telah disidangkan di PHI dengan majelis hakim yang diketuai Moch Zainal itu telah memasuki agenda pemeriksaan saksi.

Puluhan karyawan pabrik rokok itu tidak digaji hingga delapan bulan. Kuasa hukum karyawan PT Pancamas Jayaprakarsa, Philipus Harapenta Sitepu mengatakan, gugatan itu terpaksa diajukan karena mediasi bipartit maupun tripartit oleh Dinas Tenaga Kerja Sukoharjo tidak mendapatkan respons dari perusahaan.

Terdapat anjuran dinas, bahwa PT Pancamas supaya membayarkan hak-hak karyawan berupa pesangon, gaji yang belum dibayarkan dan hak hak lainnya, tetapi hal itu tidak ditindaklanjuti perusahaan.

“Mendasari hal tersebut, kami akhirnya mengajukan gugatan terhadap PT Pancamas ke PHI Semarang. Pada sidang terakhir, tahapan sidang sudah masuk agenda pembuktian dengan menghadirkan saksi-saksi,” jelas Philipus, kuasa hukum penggugat dari LBH Mawar Saron Surakarta, Minggu (26/2).

Tergugat PT Pancamas tidak menghadirkan wakilnya dalam persidangan, termasuk saat mediasi di PHI. Tercatat, pengadilan sudah tiga kali memanggil pihak tergugat secara patut dan sah. Namun, perusahaan itu tetap tidak hadir dalam sidang.

Menurut dia, karyawan yang bekerja puluhan tahun, mulai bagian produksi, mandor, sampai bagian personalia tidak diberikan gaji dan hak-haknya. Padahal, mereka memilikin anak dan isteri atau suami yang harus dihidupi.

LBH Mawar Saron Surakarta dan Semarang akan terus mendampingi karyawan PT Pancamas agar bisa mendapatkan hak-haknya. Adapun, besaran hak-hak karyawan yang belum diberikan berdasarkan perhitungan sesuai ketentuan perundang-undangan, yakni uang pesangon maupun gaji ialah antara Rp 50 juta hingga Rp 150 juta per orang karyawan.

Saksi yang telah dihadirkan ialah karyawan PT Pancamas, Untari dan Waljinah. Dalam kesaksiannya, Untari mengaku karyawan bagian produksi PT Pancamas yang sudah tidak digaji selama delapan bulan.

“Kami harap, pengadilan bisa mengabulkan permohonan gugatan yang telah diajukan. Kami telah bekerja di perusahaan rokok dan tidak digaji selama delapan bulan, karenanya gugatan ini langkah untuk menuntut keadilan,” jelasnya.

Hakim Zainal menunda sidang berikutnya dengan agenda masih pemeriksaan saksi.
(Royce Wijaya/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)