Tahu Penjualan Aset PT PWU Tak Prosedural, Dahlan Iskan Jadi Tersangka

by
Foto: kecirit.com/Dananjoyo Kusumo

Foto: kecirit.com/Dananjoyo Kusumo

SURABAYA, kecirit.com – Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait dugaan korupsi di PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim. Sebelumnya, mantan Manajer PWU, Whisnu Wardana (WW) juga ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Penetapan dan penahanan Dahlan Iskan, dilakukan setelah mantan wartawan itu diperiksa lebih dari 10 jam. Pada Kamis (27/10), merupakan kali kelima Dahlan Iskan menjalani pemeriksaan intensif di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim di Jalan A Yani Surabaya. Dia diperiksa sejak pukul 09.00 WIB. Pemeriksaan pertama terhadap Dahlan dilakukan Kejati Jatim pada 17 Oktober 2016.

Dahlan ditetapkan sebagai tersangka terkait penjualan dan atau pelepasan aset PT PWU saat menjabat sebagai dirut perusahaan daerah itu pada 2000-2008. Penjualan dan atau pelepasan aset ini diduga tak prosedural dan nilainya di bawah NJOP. Sehingga mengakibatkan kerugian negara beberapa miliar.

Dahlan dianggap bersalah, karena sebagai pihak yang mengetahui proses penjualan aset milik PT PWU dan tak sesuai prosedur. Selain Dahlan, penyidik Kejati Jatim juga memeriksa Emmy Krisnawati (Pemprov Jatim), Jasmito Subagyo (BPN Kediri), Turkan (BPN Tulungagung), Makhfudz (Pemprov Jatim), Samsudin (Pemprov Jatim), dan Handaya Kuncoro (PT PWU).

Setelah diperiksa lebih dari 10 jam, Dahlan keluar dari Kejati Jatim pukul 19.30 WIB dan sudah mengenakan rompi tahanan. Dahlan ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Medaeng di Kabupaten Sidoarjo, Jatim.

Kendati telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, Dahlan terlihat tegar, santai, menebar senyum, dan tabah. Dia masih melayani pertanyaan wartawan dengan jawaban singkat. Dahlan mengaku tak kaget dengan status tersangka dan penahanan yang dilakukan terhadap dirinya.”Saya tak kaget dengan penetapan tersangka ini dan kemudian ditahan. Seperti yang anda tahu, saya sedang diincar terus oleh yang lagi berkuasa saat ini,” tegas Dahlan sebelum masuk mobil tahanan.

Dahlan mengatakan, selama bertahun-tahun menjabat sebagai dirut PT PWU, dia tak digaji dan tak menikmati fasilitas yang disediakan perusahaan plat merah milik Pemprov Jatim ini.”Biarlah sekali-kali terjadi seorang yang mengabdi dengan setulus hati, dengan menjadi direktur utama perusahaan daerah yang dulu jelek, tak digaji selama sepuluh tahun, tanpa menerima fasilitas apa pun kemudian harus jadi tersangka,” ungkapnya.

“Jadi tersangka bukan karena makan uang, bukan karena menerima sogokan, bukan karena menerima aliran dana, tapi hanya karena harus tanda tangan yang disiapkan anak buah. Selebihnya, biar penasihat hukum yang memberikan keterangan,” tandasnya.
(Airnur Rochim/CN40/SM Network)