Syarat Mengajar 24 Jam Memberatkan

0
21

PURWOKERTO – Kebijakan jumlah jam mengajar guru minimal 24 jam dalam sepekan, dinilai memberatkan . Namun para guru akan berupaya untuk memenuhi syarat tersebut, bahkan tidak sedikit di antara mereka yang rela mengajar di sekolah lain.

Menurut pegiat Forum Interaksi Guru Banyumas (Figurmas), FA Agus Wahyudi, aturan mengajar minimal 24 jam dalam sepekan, membuat sebagian guru merasa kelelahan karena berusaha untuk memenuhi syarat itu.

Kondisi ini bisa berdampak terhadap kualitas kegiatan pembelajaran di sekolah. Maka dari itu, dia menyambut baik rencana Kemendikbud yang akan meninjau ulang peraturan itu. Kemendikbud dikabarkan akan mengeluarkan kebijakan penyetaraan mengajar melalui kegiatan pembimbingan siswa.

”Sebenarnya kebijakan seperti itu yang diharapkan dari para guru. Dengan tidak terbebani syarat mengajar minimal 24 jam dalam sepekan, para guru bisa lebih konsentrasi dalam mengajar,” katanya. Dengan kebijakan tersebut, setidaknya para guru dapat memberikan perhatian kepada siswa dengan penuh, sebab mereka tidak lagi kelelahan lantaran disibukan dengan tugas mengajar.

Selain itu, lanjut dia, dengan rencana pemerintah ini, mereka tidak harus mengajar di sekolah lain demi memenuhi syarat minimal mengajar 24 jam dalam sepekan untuk mengejar tunjangan profesi guru. Di samping itu, menurutnya, dengan kebijakan penyetaraan atau ekuivalensi mengajar melalui kegiatan pembimbingan siswa merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap tugas-tugas guru di luar mengajar.

Sementara Kasi Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPTK) Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Susmoro, mengatakan, hingga kini belum ada kebijakan resmi dari Kemendikbud terkait kaji ulang peraturan tentang jam mengajar guru. ”Kemungkinan munculnya gagasan itu dilatarbelakangi karena selama ini para guru bersusah payah untuk memenuhi syarat minimal mengajar, yakni 24 jam dalam sepekan,” tandasnya.(H48-45)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here