Surat Keterangan Pengganti E-KTPTetap

by

PURWOKERTO – Surat keterangan pengganti KTP elektronik (E-KTP) sementara tetap berlaku sah, sama seperti E-KTP asli. Jika saat pemakaian, ada instansi yang menolak, warga bisa langsung melaporkan ke Pemkab Banyumas. ”Laporkan saja kalau ada yang menolak.

Saya akan datangi, masa ada yang berani menolak instruksi menteri dan presiden,” kata Bupati Achmad Husein, di hadapan camat dan perwakilan kepala desa, pada acara penyerahan surat keterangan sementara E-KTP, di Pendapa Si Panji, Kamis (27/10). Semula bupati minta dicetak sebanyak 51 ribu. Namun data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Banyumas, mencetak sebanyak 62.921 kertas. Tambahan tersebut karena permohonan terus bertambah tiap hari.

Bupati menyampaikan, jika surat keterangan pengganti E-KTP sementara ini hilang atau rusak, segera melaporkan lewat desa dan kecamatan untuk diganti Dindukcapil. Husein minta, setelah diterima masing- masing desa, kepala desa beserta perangkat harus membagikan langsung ke masyarakat. ”Jangan sampai warga dikumpulkan atau mendatangi balai desa.

Kades atau perangkat yang harus datang ke warga. Saat pembagian jangan disampaikan ada bayarannya atau menerima bayaran dari warga. Kalau itu dilakukan, sudah masuk kategori pungutan liar dan terima sendiri resikonya kalau ada laporan masuk ke satgas praktik pungli,” kata Husein sekaligus mensosialisasikan satgas pemberantasan pungli yang sudah terbentuk.

Pelayanan Online

Uang negara, katanya untuk masyarakat saja. Jangan sampai dibagi- bagi atau minta bagian dan menerima imbalan. Kalau ada yang mengerti dan melapor bisa ditangkap tim satgas, karena itu juga masuk pungli. ”Tidak minta tapi dikasih itu juga pungli. Minta tolong hindari ini. Mending biasa saja tapi ayem.

Daripada rezeki banyak tapi tidak tenang,” ujarnya. Bupati juga mengungkapkan, mulai tahun depan pelayanan kependudukan harus habis di tingkat kecamatan dan desa. Sistem pelayanan online akan segera disiapkan. Seperti pembuatan karrtu keluarga maksimal di kecamatan. ”Nanti akan disiapkan kurir 12 orang untuk antar surat dan dokumendokumen penting. Sistem online antara desa dan kecamatan juga segera disiapkan secepatnya.

Kalau perlu masyarakat tidak perlu ke balai desa tapi perangkatnya yang ke masyarakat,” kata Husein. Kepala Dindukcapil, Kartiman mengatakan, blangko E-KTP sejak 1 Oktober sudah habis. Sedangkan surat keterangan sementara pengganti E-KTP yang disiapkan itu untuk permohonan sejak September sampai sekarang.

Untuk mencetak surat keterangan sebanyak itu dibutuhkan lembur selama seminggu. ”Yang mengajukan tiap hari ada terus. Karena permohonan terus meningkat maka disiapkan surat keterangan pengganti sementara, yang fungsinya sama dengan E-KTP. Ini berlakunya sampai yang asli dicetak,” ujarnya. (G22-14)

loading...