Sumur Resapan dan Biopori Minimalisir Banjir di Kelurahan Sangkrah

by
Talut dan bantaran Kali Jenes di wilayah Kelurahan Sangkrah dihiasi mural, sehingga orang malu untuk membuang sampah sembarangan di sungai. (kecirit.com/ Yusuf Gunawan)

Talut dan bantaran Kali Jenes di wilayah Kelurahan Sangkrah dihiasi mural, sehingga orang malu untuk membuang sampah sembarangan di sungai. (kecirit.com/ Yusuf Gunawan)

SOLO, kecirit.com – Pembuatan sumur resapan dan sumur biopori yang dilakukan warga Kelurahan Sangkrah, dinilai cukup efektif untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya banjir di wilayah tersebut.

Pembuatan sumur resapan dan biopori dilakukan warga, terkait penerapan program Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) di kelurahan tersebut.

Lurah Sangkrah Singgih Bagjono mengatakan, Sibat di Kelurahan Sangkrah berjalan cukup baik. “Selain pembuatan sumur resapan dan biopori, juga ada kegiatan penanaman akar wangi di daerah bantaran sungai. Ada juga pelatihan-pelatihan penanganan bencana pada warga,” katanya.

Dikatakannya, sumur resapan dibuat di sejumlah lokasi di 13 RW yang ada di Sangkrah. Sedangkan sumur biopori yang dibuat ada seribu titik, tersebar di sejumlah lokasi.

“Selain untuk cadangan air bersih, sumur resapan dan biopori juga berfungsi mengalirkan air hujan ke dalam tanah. Jadi tidak semua air dibuang ke sungai, tapi ada yang masuk meresap ke tanah,” tuturnya.

Keberadaan sumur resapan dan biopori di Sangkrah, menurutnya, cukup efektif untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya banjir. Lokasi wilayah yang berdekatan dengan Bengawan Solo dan anak-anak sungainya seperti Kali Jenes dan Kali Pepe, membuat Sangkrah termasuk salah satu wilayah rawan banjir di Solo.

(Irfan Salafudin/ CN33/ SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *