Sulap Daun Turi Jadi Deterjen Yang Ramah Lingkungan

0
33

KETEKUNAN Novia Noor Rachmawati meneliti kandungan saponim dalam daun turi membuahkan hasil membanggakan. Karyanya menjadi yang terbaik dalam Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) SMP/MTs/sederajat tingkat Jawa Tengah dan menjadi juara III nasional.

Dalam lomba yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan SMP Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Novia menyuguhkan karya berjudul ’’Analisis Kadar Surfaktan dan Efektivitas Deterjen Berbahan Dasar Daun Turi (sesbania grandiflora) sebagai Bahan Pembersih yang Ramah Lingkungan’’. Siswa kelas IX SMP 1 Klaten itu sudah meneliti daun turi dalam kegiatan ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) di sekolahnya, sejak masih duduk di kelas VIII. Daun turi banyak terdapat di pekarangan dan persawahan, namun saat ini baru bunganya yang dimanfaatkan untuk sayuran.

’’Pohon turi belum dimanfaatkan secara maksimal, hanya bunganya untuk pecel dan daunnya hanya digunakan untuk pakan ternak. Padahal, daun turi mengandung saponim, bahan yang mempunyai sifat seperti deterjen,’’ kata gadis yang hobi main piano dan baca novel itu.

Bungsu dari tiga bersaudara putri pasangan Warsidi dan Sri Winarni warga Jetak Baru, Kelurahan Barenglor, Klaten Utara itu meneliti daun turi bersama guru pendamping, Endah Sulistyowati. Berbagai percobaan dilakukan, dengan mengombinasikan ekstrak daun turi dengan berbagai zat pendukung. ’’Penelitian yang saya lakukan tidak langsung jadi, namun sedikit demi sedikit sampai akhirnya tercipta bahan pengganti deterjen yang ramah lingkungan. Cara pembuatan cukup mudah, karena bahan-bahan mudah didapat dengan harga terjangkau,’’ kata gadir kelahiran Klaten, 5 November 2001 itu.

Untuk membuatnya pun tidak sulit. Cukup ambil dan timbang daun turi seberat 200 gram. Kemudian ditambahkan air secukupnya, dan diblender untuk dibuat ekstrak. Setelah hancur, air daun turi disaring agar ampas terpisah.

Terus Dikembangkan

Hasilnya adalah ekstrak daun yang berwarna hijau. Selanjutnya, air ekstrak daun turi ditambahkan dengan STPP (sodium tri poly phosphate) dan CMC (carboxy methil cellulose), serta diencerkan dengan aquades.

Larutan tersebut bisa digunakan untuk mencuci pakaian dan menghilangkan noda yang menempel pada kain. ’’Meski berwarna hijau, namun bila digunakan untuk mencuci kain putih, warna hijau tidak menempel. Larutan daun turi itu sudah diuji coba untuk membersihkan noda pada pakaian, seperti noda lumpur, kecap dan lainnya. Semuanya bisa hilang dan bersih kembali, hanya noda sambal yang belum sempurna,’’ kata Novia. Hebatnya, pencuci pakaian dari ekstrak daun turi itu ramah lingkungan. (Merawati Sunantri-26)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here