Stok Blangko KK Menipis, Gunakan Kertas Biasa

by
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

BLORA, kecirit.com – Stok blangko kartu keluarga (KK) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Blora mulai menipis. Stoknya kini tidak lebih dari seribu lembar. Kepala Dindukcapil Purwadi Setiono melalui Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Agus Listiyono menyebutkan, stok blangko KK tersebut diperkirakan akan habis dalam jangka waktu satu bulan.

Berbeda dengan blangko kartu tanda penduduk (E-KTP) yang pengadaannya sepenuhnya dilakukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), kewenangan pengadaan blangko KK berada di pemerintah daerah namun anggaranya berasal dari Kemendagri. Sehingga ketika blangko tersebut habis, Pemkab harus meminta tambahan anggaran ke Kemendagri di Jakarta. Namun upaya meminta tambahan anggaran itu belum bisa dipenuhi karena alokasi anggaran pengadaan blangko KK di Kemendagri terkena efisiensi.

“Sebelumnya kami memperkirakan blangko KK akan mencukupi hingga akhir tahun 2016. Namun karena ada lonjakan permohonan penerbitan KK, stok blangko KK kemungkinan hanya bisa bertahan hingga pertengahan November,” kata Agus Lis, sapaan akrab Agus Listiyono, Jumat (21/10).

Menyikapi hal itu, jika stok blangko KK di Blora nantinya benar-benar habis, menurut Agus Lis, pihaknya tetap akan melakukan pencetakan KK jika ada warga yang mengajukan permohonan penerbitan KK. “Namun pencetakan tersebut tidak menggunakan blangko KK melainkan memakai kertas biasa,” tandasnya.

Dia menegaskan, kedudukan KK yang menggunakan kertas biasa tersebut sama seperti KK berbahan blangko Kemendagri. Selain biodata lengkap anggota keluarga, di KK kertas biasa itu nantinya dilengkapi pula tanda tangan dan stempel pejabat terkait. Sehingga keakuratan data terjamin. “KK dari kertas biasa itu bisa ditukar setelah blangko KK sudah tersedia,” katanya.

Lebih lanjut Agus Lis menjelaskan, menipisnya stok blangko KK terjadi seiring meningkatkan jumlah pemohon penerbitan KK baru. Peningkatan jumlah pemohon KK itu mengiringi meningkatnya jumlah warga yang mengikuti perekaman data E-KTP. “Sehingga banyak masyarakat membuat KK baru untuk mengajukan pembuatan E-KTP karena salah satu persyaratan membuat E-KTP adalah melampirkan KK,” ujarnya. (Abdul Muiz/CN38/SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *