Sosialisasi Ancaman Narkoba lewat Sulap

by

KOTA -Badan Narkotika Nasional (BNN) menggunakan wahana sulap untuk menyosialisasikan ancaman bahaya narkoba. Atraksi sulap itu ditunjukkan petinggi BNN, Brigjen Pol Victor Pujiadi di hadapan mahasiswa dan pelajar di Unwidha, Sabtu (22/10). ‘’Polisi dan BNN itu tidak perlu ditakuti tetapi takutilah narkoba,’’ kata Victor, Sabtu (22/10) saat Ceramah Nasional Penanggulangan Narkoba di aula Unwidha.

Di hadapan para mahasiswa, pelajar, dan guru, Victor memperagakan berbagai trik sulap. Tidak ada ceramah monoton tetapi diisi dengan permainan dengan melibatkan pelajar dan mahasiswa. Mereka diminta maju dan dijadikan bagian dari atraksi sulapnya. Ada trik gelas dimasukkan dalam kotak dan kotak dibolak- balik.

Ada trik menusuk leher peserta ceramah dengan pedang tetapi tidak terluka. Trik permainan kartu yang rumit bahkan membuat peserta ceramah geleng kepala. Dengan gaya yang kocak, jenderal polisi itu menyampaikan pesanpesan di sela-sela atraksi. Menurutnya, penyalahgunaan narkoba harus dihindari sebab dampaknya bisa fatal bagi kesehatan fisik dan jiwa. Dalam hal pencegahan, yang paling mujarab mencegah bukan BNN apalagi Polri. Namun yang paling memegang kunci pencegahan adalah keluarga dan lingkungan.

Apabila ditawari narkoba, lebih baik melapor BNN dan Polri agar bisa diungkap bandar besarnya. Jangan sampai diam-diam lama-lama tertarik dan akhirnya tenggelam dalam ketergantungan sampai nyawa bisa melayang.

Semua Unsur

Wakil Badan Narkotika Kabupaten Klaten, Sri Mulyani mengatakan, narkoba menjadi alat penghancuran sistematis sebuah bangsa. ‘’Penyalahgunaan narkoba merupakan kejahatan internasional,’’ kata Wakil Bupati Klaten itu. Sasaran utamanya adalah generasi muda dengan angka terakhir di Indonesia ada 4 juta pengguna dan 33 orang mati setiap harinya. Narkoba bahkan sudah menjalar ke semua lini profesi dan lingkungan perdesaan, termasuk di Klaten. Untuk itu penanggulangan narkoba mendesak dilakukan semua unsur masyarakat.

Baik pemerintah, sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama, keluarga dan lain sebagainya. Bahaya lagi, penyalahgunaan narkoba erat kaitannya dengan ancaman lain seperti penyebaran HIV / AIDS karena perilaku penyimpangan. Ketua Ikatan Purna Karyawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) selaku salah seorang panitia , Joko Sutrisno mengatakan, ceramah itu rangkaian dari kegiatan pembentukan Satgas antinarkoba di lingkungan mahasiswa dan pelajar bulan lalu. (H34-68)