Sidang Perdana Rampok Maguan, Saksi Mahkota Histerius

by
SIDANG PERDANA: Teguh Prasteyao terdakwa penadah hasil perampokan terhadap juragan emas Desa Maguan Kaliori menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Rembang. (kecirit.com/Ilyas al-Musthofa)

SIDANG PERDANA: Teguh Prasteyao terdakwa penadah hasil perampokan terhadap juragan emas Desa Maguan Kaliori menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Rembang. (kecirit.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, kecirit.com – Pengadilan Negeri (PN) Rembang, Rabu (26/10) akhirnya menggelar sidang perdana kasus perampokan berdarah yang menimpa juragan emas Desa Maguan Kaliori, akhir Mei 2016 lalu. Agenda sidang perdana ini adalah pemeriksaan saksi terkait aksi perampokan. Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Antyo Harri Susetyo itu dimulai sekitar pukul 12.30. Hakim ketua terlebih dahulu menanyai kepada terdakwa Teguh Prasetiyo kondisi kesehatannya.

Setelah itu, terdakwa dipersilakan duduk di kursi pesakitan. Hakim selanjutnya memanggil dua saksi, masing-masing istri dan anak korban tewas Sarno, masing-masing Damisih (50) dan Ahmad Sodikin (31) untuk dimintai keterangan. Sebelum dimintai keterangan, hakim terlebih dahulu meminta dua orang saksi itu untuk disumpah di bawah Alquran. Namun, saat hakim akan memulai sumpah, tiba-tiba Damisih menangis histerius.

Kepada hakim, perempuan yang sempat dianiaya oleh perampoknya itu mengaku takut jika harus disumpah di bawah al-Qur’an. Ia khawatir, keterangan yang ia sampaikan tidak keliru lantaran lupa. “Saya takut jika harus disumpah pak. Kalau keterangan saya salah karena lupa bagaimana. Saya takut,” ujarnya sambil menangis sesenggukan.

Hakim kemudian memberikan penjelasan kepada Damisih mengenai maksud dari sumpah sebelum dimintai keterangan sebagai saksi. Namun, Damisih bersikukuh tidak mau disumpah. Akhirnya hakim memutuskan menskors sidang sambil menunggu Damisih tenang terlebih dahulu.

Akhirnya, setelah sempat diskors selama 15 menit sidang kembali dilanjutkan. Kali ini, Damisih bisa lebih tenang dan bersedia disumpah sebelum dimintai keterangan oleh hakim. Ahmad Sodikin menjadi saksi yang didengarkan kesaksiannya. Di depan majlis hakim, ia bercerita tentang awal mula melihat bapak dan ibunya terkapar di rumah lokasi perampokan. Ia juga menjelaskan kepada hakim tentang awal mula ia mengetahui adanya perampokan di Minggu dini hari itu. (Ilyas al-Musthofa/CN38/SM Network)