Setiap Pendaki Akan Diperiksa Kesehatan dan Logistiknya

by
Asap tebal menyelimuti puncak Gunung Merbabu pada Jumat (21/8). (kecirit.com/MH Habib Shaleh)

Foto: kecirit.com/Dok

UNGARAN, kecirit.com – Relawan dan SAR gabungan yang siaga memantau pendakian malam satu suro atau Tahun Baru Islam di Gunung Merbabu akan memeriksa seluruh kesehatan para pendaki. Upaya tadi dilakukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan ketika pendaki mulai naik hingga turun menuju basecamp.

“Cuaca di puncak Gunung Merbabu mudah berubah. Warga, relawan SAR, dan RAPI Elang Merbabu sudah mempersiapkan diri. Yang perlu diantisipasi adalah cuaca dan kesehatan pendaki,” kata Koordinator SAR Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Agus Surolawe, Jumat (30/9) sore.

Belum lama ini, pihaknya sudah melayangkan surat kepada instansi terkait untuk menyiagakan petugas medis di basecamp Kompas Dusun Tekelan, Manggala Dusun Cunthel, Getasan, Kabupaten Semarang, maupun basecamp Gedakan di Kabupaten Magelang. Basecamp Gedakan tetap dimonitor, karena lokasinya berbatasan langsung dengan Kabupaten Semarang. Hanya saja, lanjutnya, belum ada jawaban terkait ploting petugas medis padahal malam satu suro rencananya jatuh pada, Sabtu (1/10) ini.

“Bila tidak ada petugas medis, relawan akan mengantisipasi manual dengan pandangan mata. Jika ada calon pendaki yang sakit atau tidak sehat, kami jelas tidak izinkan naik apalagi tergolong pendaki pemula,” ujarnya.

Karena cuaca di puncak Merbabu mudah berubah serta tidak menutup kemungkinan bisa terjadi badai, SAR gabungan pun akan melakukan upaya penjemputan paksa terhadap pendaki yang sudah diizinkan naik melalui tiga basecamp tadi. Langkah antisipasi tegas tersebut dilakukan agar kejadian pendaki tewas karena diduga kedinginan atau mengalami hipotermia yang terjadi, 7 Februari 2016 lalu tidak kembali terulang.

“Jika dinilai cuaca tidak memungkinkan untuk meneruskan perjalanan, pendaki akan kami jemput paksa. SAR gabungan juga akan berkoordinasi dengan Balai Tanam Gunung Merbabu terkait penutupan sementara jalur pendakian,” tegas Agus Surolawe.

Kepada pendaki, pihaknya selalu menekankan pentingnya membawa logistik yang cukup, sarana, prasarana, tenda, serta jas hujan. Mereka yang naik melalui jalur pendakian di Kecamatan Getasan pun diwajibkan membawa dan memberikan data identitas yang berlaku termasuk meninggalkan nomor ponsel. Data manives tadi diberikan kepada petugas di basecamp.

Adapun sarana komunikasi yang akan digunakan selama siaga pendakian malam satu suro 2016, RAPI Elang Merbabu akan memanfaatkan frekuensi lokal Rapi Getasan 142.380 dan frekuensi RAPI Nusantara 1 Telomoyo 142.470 duplex min 170 input 140.770. “Frekuensi tadi akan menjangkau medan sulit, termasuk luar Pulau Jawa. Jumlah pendaki kami perkirakan sama dengan tahun sebelumnya, kalau bertambah kemungkinannya kecil menyusul faktor cuaca,” tukasnya. (Ranin Agung/CN38/SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *