September dan Oktober Terjadi Empat Bencana

by

PEMALANG – Selama dua bulan yaitu September dan Oktober telah terjadi empat bencana di wilayah Kabupaten Pemalang.

Bencana yang terjadi yaitu banjir bandang dan tanah longsor, hal itu terkait dengan tingginya intensitas hujan selama beberapa waktu terakhir. ’’Berdasarkan laporan yang masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang ada empat peristiwa bencana yang terjadi di tiga kecamatan. Jenis bencana yaitu banjir bandang terjadi di Desa Jatiroyom, Kecamatan Bodeh, longsor yang menimpa SD 01 Gambuhan, Pulosari, dan dua kejadian longsor terjadi di Kecamatan Watukumpul, tepatnya di Desa Bodas, dan Jalan Raya Cikadu,’’ tutur Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik BPBD Pemalang Tri Wahyuningsih saat ditemui di kantornya, kemarin.

Dia mengatakan, pada hari Sabtu (17/9) telah terjadi bencana longsor, yaitu tanah tebing yang lokasinya berada di belakang SD 01 Gambuhan longsor. Longsoran tersebut menimpa ruang kelas I dan II yang mengakibatkan kondisi ruang kelas rusak parah dan membahayakan keselamatan peserta didik apabila digunakan untuk proses belajar mengajar. Adapun untuk peristiwa bencana banjir bandang yang terjadi di Desa Jatiroyom terjadi pada hari Minggu (9/10) sekitar jam 16.00. Banjir bandang tersebut disebabkan meluapnya air Sungai Asahan yang tidak bisa menampung air dari hutan. ’’Namun dari kejadian tersebut hingga sekarang tidak ada korban jiwa, hanya kerugian material saja seperti rusaknya bangunan sekolah dan talut rusak yang diperkirakan kerugian sekitar Rp 120 juta,’’imbuhnya.

Dia mengatakan, untuk peristiwa tanah longsor di Kecamatan Watukumpul terjadi dalam waktu yang sama yaitu pada hari Senin (10/10) lalu. Longsor yang terjadi di Jalan Raya Cikadu sempat menutup akses jalan sehingga aktivitas warga terganggu. Namun masyarakat sekitar langsung mengadakan kerja bakti dengan membersihkan material yang menutupi badan jalan.

Adapun longsor yang kedua terjadi di Desa Bodas dan longsoran tersebut mengancam rumah warga. Untuk mengantisipasi longsoran lanjutan dari masyarakat yang didukung logistik dari BPBD memasang kantong sak yang diisi pasir untuk menahan tanah yang dapat longsor sewaktu-waktu. (H77-58)