Samsung ‘PeDe’ Ponsel Segmen Menengah Tidak Saling Kanibal

by

TeknoKecirit – Samsung Electronics Indonesia mengaku tak begitu khawatir dengan berjejalnya ponsel mereka di segmen menengah. Terlebih dengan penambahan tiga ‘personil’ baru di pasar tersebut.

Ketiga personil baru itu adalah Galaxy A7, A5, dan A3 edisi 2017 yang diperkenalkan ke publik pertama kali di Jakarta, Rabu (1/2). Padahal pertengahan November lalu, Samsung baru saja meluncurkan duo Galaxy J7 Prime dan J5 Prime.

Marketing Director IT & Mobile Samsung Elecetronic Indonesia Vebbyna Kaunang meyakini bila kebutuhan segmen menengah, terutama generasi millenial di Indonesia, masih begitu luas.

“Kita ngga bisa datang dengan satu produk di satu segmen saja. Indonesia pasarnya besar,” kata Vebbyna kepada juru warta di Jakarta.
Secara spesifik, Vebbyna menyebut trio Galaxy A 2017 disiapkan untuk merebut perhatian populasi milenial. Menurutnya, opini dari populasi tersebut cukup dominan untuk mempengaruhi permintaan pasar.

“Menurut mereka malu-maluin banget ya ponsel dimasukkin ziplock terus kalau mau foto terhalang dengan plastiknya,” tuturnya.

Ia merujuk kepada riset Samsung yang menemukan kaum millenial lebih ‘cerewet’ dengan fitur ponsel yang mereka miliki. Itu sebabnya, lanjut Vebbyna, selain resolusi kamera diperbesar hingga 16 MP di kedua lensanya Samsung juga mengimbuhkan fitur kedap air dan debu.

Trio seri Galaxy A 2017 memang relatif lebih mahal dengan rentang Rp4-6 juta ketimbang duo J7 Prime dan J5 Prime yang dibanderol di kisaran Rp3 jutaan.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah keberadaan trio Galaxy edisi 2016. Sebab secara keseluruhan, mereka hanya minus kedap air, resolusi kamera, dan kapasitas memori yang sedikit meningkat.

“Kami memberikan pilihan, ujungnya kita serahkan ke konsumen. Dari Samsung sendiri akan memberikan produk sebanyak-banyaknya,” terang Vebbyna.

Samsung juga masih percaya diri dengan pilihan yang beragam di segmen itu, aksi kanibal antarproduk dipastikan tak akan terjadi.

Baik Galaxy A7, A5, dan A3 edisi 2017 ini bakal bisa diperoleh pasar mulai Jumat, 3 Februari besok secara offline dan online.

Selama periode Oktober-Desember, Samsung berhasil mengantiongi keuntungan 9,2 triliun won atau setara Rp103 triliun. Ini merupakan angka tertinggi sejak kuartal tiga 2013 dan melampaui ekspektasi analis dan survei pasar.

Padahal pada Oktober lalu, tepatnya ketika Samsung terpaksa menarik Note 7 dari peredaran, pendapatan mereka sedikit turun dari perkiraan.

Ada sejumlah faktor yang membuat kenaikan profit Samsung melambung tinggi. Salah satunya adalah meningkatnya permintaan memory chips dan layar yang dipasok Samsung ke berbagai vendor ponsel, termasuk kepada Apple yang menjadi rival utama mereka. Itu mendorong nilai saham Samsung naik sampai 43 persen.
Melemahnya mata uang Won terhadap dollar Amerika Serikat juga dihitung sebagai faktor pendongkrak profit perusahaan Korea Selatan ini. Sebab kebanyakan transaksi mereka menggunakan dollar AS. Pada kuartal empat lalu saja Won melemah hingga 8,8 persen.

Produsen barang elektronika terbesar ini diperkirakan memperoleh profit lebih dari 4 triliun won untuk penjualan chip saja selama Oktober-Desember. Namun estimasi detail resmi pendapatan Samsung tak akan keluar hingga akhir Januari nanti

The post Samsung ‘PeDe’ Ponsel Segmen Menengah Tidak Saling Kanibal appeared first on Informasi Update Teknologi.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *