Sabu Diselipkan dalam Bubur Sumsum

by
TERSANGKA SABU: Narapidana Lapas Kedungpane Catur (paling kanan) saat diamankan petugas BNNP Jateng, baru-baru ini. Catur diduga mengendalikan peredaran narkoba dari dalam Lapas.(kecirit.com/Arie Widiarto)

TERSANGKA SABU: Narapidana Lapas Kedungpane Catur (paling kanan) saat diamankan petugas BNNP Jateng, baru-baru ini. Catur diduga mengendalikan peredaran narkoba dari dalam Lapas.(kecirit.com/Arie Widiarto)

SEMARANG, kecirit.com – Terbongkarnya sindikat narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1A Kedungpane  Semarang, berawal dari kecurigaan petugas Badan Nasional Narkotika Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) terhadap salah satu makanan. Yakni bubur sumsum yang dikirim ke salah satu narapidana bernama Catur. Saat diperiksa ternyata di dalam bubur tersebut terdapat sabu.

Sementara sipir Lapas Kedungpane Dwi Ariyanto diduga berperan sebagai orang yang menyelipkan makanan tersebut ke dalam Lapas. Sementara kurir bernama Gendon berperan sebagai orang yang mengantar bubur berisi sabu dari luar Lapas. Soal berapa berat sabu yang ditemukan, hingga Sabtu (22/10), belum disebutkan oleh BNNP. Karena masih dalam proses penyelidikan.”Ketiganya kini masih kami amankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” jelas Kepala BNNP Jateng Brigjend Tri Agus Heru Prasetyo saat acara: Halaqoh Ulama; Peran Ulama dan Ormas Islam Dalam Pemberantasan Narkoba –MUI di Hotel Pandanaran Semarang, Sabtu (22/10).

Brigjen Tri Agus menjelaskan, salah satu tersangka yang bernama Catur merupakan tahanan narkoba yang telah divonis empat tahun dan sudah menjalani dua tahun.”Dia yang mengendalikan pengiriman sabu ini,” ujarnya.

Tri Agus menegaskan, jika dirinya sangat mengapresiasi Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng-DIY Bambang Sumardiono yang telah membantu dan berkomitmen membersihkan Lapas di wilayahnya dari peredaran narkoba.“Tentu kami sangat mengapresiasi dukungan dan kerja sama dari Kakanwil Kemenkumham Jateng-DIY,” imbuhnya.

Tri Agus menambahkan, meski sudah berhasil meringkus sipir yang membantu peredaran narkoba di dalam Lapas Kedungpane Semarang, pihaknya tidak akan berhenti melakukan upaya penangkapan sampai di sini. Pasalnya, diduga masih terdapat beberapa penghuni Lapas yang tersebar di Jateng dan diduga masih melakukan aktivitasnya mengendalikan peredaran narkoba.”Lapas sampai hari ini masih dijadikan pusat peredaran narkoba. Kami telah mengungkap sebanyak 70 kasus narkoba yang merupakan jaringan lapas di 22 Lapas di Indonesia,” jelasnya.
(Arie Widiarto/CN40/SM Network)

loading...