Ribuan Warga Karangpandan Bersihkan Kali Serondokuning

by
PROKASIH – Program kali bersih digelar di sepanjang aliran Sungai Serondokuning di Desa Salam, Karangpandan, mlibatkan ribuan warga dan relawan. (kecirit.com/Joko Dwi Hastanto)

PROKASIH – Program kali bersih digelar di sepanjang aliran Sungai Serondokuning di Desa Salam, Karangpandan, mlibatkan ribuan warga dan relawan. (kecirit.com/Joko Dwi Hastanto)

KARANGANYAR, kecirit.com – Lebih dari seribu warga Desa Salam, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar turun ke kali. Mereka membersihkan aliran Kali Serondokuning, sepanjang dua kilometer. Dimulai dari ujung kali di dusun Salam, hingga ke ujung mendekati muara di timur patung Semar, yang berujung di Kali sudimoro.

Sampah-sampah yang ada di kali, di pinggiran, di sepanjang sungai tersebut dibersihkan. Diangkut dengan karung dan dibuang ke tempat pembuangan sampah di Karangpandan. Tak hanya itu, sampah yang menumpuk di beberapa lokasi dekat dengan saluran air juga dibersihkan.

Tak hanya warga setempat yang berjibaku membersihkan kali, namun juga beberapa aktifis pemuda dan aktifis lingkungan ikut serta. Ada kelompok Relawan Karangpandan (Rendan), Relawan MTA, Senkom (Sentra Komunikasi) LDII, Banser Anshor, Anak Gunung Lawu, juga dari Kodim dan Koramil yang menurunkan lebih dari 100 personel, Polres Karanganyar, dan lainnya.

‘’Hari ini kita bersihkan kali. Mottonya, becik ketitik olo ketoro, Yen kaline resik, wake bakal moro. Setelah kali ini bersih, kita akan taburi dengan ikan-ikan aneka jenis. Suatu saat kita gelar loma mancing bersama,’’ kata Camat Aji Pratama Heru Kristianto.

Dia bersama Dandim Letkol CZI anty Karsa Tarigan memimpin langsung program kali bersih (prokasih) yang diprakarsai Kades Salam, Sutardi. Awalnya memang keprihatinan menyaksikan kali yang mengalir di tengah desa itu, terlihat kotor dan banyak sampah.

Padahal selama ini sungai itu sudah berjasa menjadi sumber air bagi lahan pertanian warga. Bahkan di hulu sungai itu, ada sekitar 40 hektare lahan pertanian yang dipasok airnya dari keberadaan kali tersebut.

‘’Karena itulah kami berpikiran kalau kita bersihkan kali ini, tentu akan lebih bagus. Apalagi kalau kemudian kita tebari ikan, maka akan bisa menjadi salah satu sarana hiburan warga, dengan memancing bersama,’’ kata dia.

Karena itulah Camat Heru mengatakan, motto atau kebiasaan mengatakan ‘’guwak kali wae’’ untuk segala sesuatu yang berkonotasi tak diperlukan lagi, sampah, tak digunakan lagi, harus diubah dan diganti dengan ‘’buwak nang tempat sampah wae’’.

‘’Jangan sampai karena anggapan salah itu, maka semua sampah, barang tak berguna, bangkai binatang, dibuang ke kali. Akibatnya kali menjadi tidak bening, airnya kotor. Apalagi kalau kebiasaan warga buang air ke kali juga terus dilakukan.’’

Karena itu setelah prokasih di Desa Salam ini, diharapkan akan menjadi virus baik yang menyebar ke se antero Karangpandan dan bahkan Karanganyar. Kalau saja seluruh kali menjadi bersih lagi, maka lingkungan juga akan semakin asri.

Tahun depan, Camat menggagas program jambanisasi agar seluruh warga buang air di jamban, sehingga kebiasaan buang air di kali bisa semakin habis. Program itu tentu kelanjutan dari program prokasih tersebut.

(Joko Dwi Hastanto/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)