Ribuan Penambang di Sungai Woro Ilegal

by

KEMALANG- Pemkab Klaten tidak bisa membina ribuan penambang tradisional di sepanjang Sungai Woro Kecamatan Kemalang.

Pasalnya, praktik penambangan di alur sungai lereng Gunung Merapi itu ilegal. Camat Pri Harsanto menjelaskan, dalam Perda 11/2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) diatur zona wilayah izin penambangan. Di Kecamatan Kemalang hanya ada 69 hektare penambangan resmi, yang berada di Desa Dompol, Panggang, Bumiharjo, Tlogowatu, Kendalsari dan Talun. Adapun penambangan rakyat belum ada aturan yang mengatur. ’’Jadi untuk membina secara formal sulit, sebab tidak ada payung hukum,’’ katanya, Kamis (29/9).

Dikatakannya, karena tidak memiliki dasar hukum, praktik penambangan itu ilegal. Para penambang itu tidak pernah mengajukan izin dan sulit dipantau. Pendataan terakhir dilakukan tahun lalu, dengan jumlah penambang 4.333 yang berasal dari 13 desa. Namun jumlah itu bisa bertambah, sebab penambang ada yang dari kecamatan bahkan kabupaten lain.

Rawan Longsor

Dikatakan, pada dasarnya semua wilayah penambangan di Sungai Woro rawan longsor. Mulai dari cekdam satu sampai cekdam empat di sepanjang sungai. Dikatakan Pri, hampir setiap tahun atau musim hujan ada saja korban tewas tertimpa longsor. Selama dia menjabat camat sudah ada enam penambang tewas. Luka yang dialami ratarata parah. Namun itu tidak menyurutkan tekad warga menambang. Solusi yang paling memungkinkan hanya merevisi perda RTRW, dengan memasukkan kawasan Sungai Woro dalam wilayah penambangan.

Kepala Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Jemakir mengatakan, alasan ekonomi membuat warga tidak peduli ilegal atau bahaya. ’’Pemdes hanya memberi imbauan umum di rapat RT atau RW,’’ungkapnya.

Dalam kondisi musim penghujan, tebing menjadi rawan longsor. Di saat ancaman longsor meningkat, banjir di wilayah timur yang terjadi Rabu malam mulai surut. Luapan air di Kecamatan Juwiring, Karangdowo dan Wonosari sudah hilang. Camat Karangdowo, Agus Suprapto mengatakan, dari pengecekan terakhir semua wilayah terdampak sudah normal. Air di lahan persawahan, pekarangan dan jalan sudah surut. Namun masyarakat diminta tetap waspada, sebab hujan kemungkinan masih turun. (H34-26)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *