RI Berniat Pimpin ASEAN Truck Federation

by
Foto: http://www.transport-supplychain-logistics.co.id

Foto: http://www.transport-supplychain-logistics.co.id

JAKARTA, kecirit.com – Indonesia berencana mengambil posisi sebagai pemimpin dalam ASEAN Truck Federation. Saat ini, ATF yang dibentuk September 2015 masih dipimpin Yoo Chienyuenyongpong dari Thailand. Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Gemilang Tarigan menyatakan saat ini keinginan tersebut belum bisa terlaksana karena aturan administratif dan politis.

“Thailand bilang akan membawa ATF untuk didaftarkan di Asean Secretary. Nah untuk sah jadi anggota ASEAN Secretary harus berdiri dua tahun. Dua tahun setelah berdiri baru pemilihan ketua ATF, kita Indonesia mau ambil,” ungkapnya ditemui di sela-sela rangkaian acara Indonesia Transport Suplly Chain and Logistics 2016 di JiExpo Kemayoran, Kamis (20/10).

Namun, Gemilang menilai pemilihan pemimpin ATF tetap bernuansa politis. Salah satu yang dijadikan keberatan anggota ATF lainnya adalah Indonesia terletak di pinggir kawasan Asia Tenggara. Sementara, Thailand berada di tengah kawasan sehingga mempunyai banyak lintas transportasi antar negara atau cross border transportation.

Menurutnya, dengan menduduki posisi sebagai pemimpin ATF Indonesia mempunyai kesempatan menciptakan aturan cross border yang kondusif. Terutama dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN. “Ini kesempatan kita,” ungkapnya.

Transportasi lintas negara, lanjutnya, adalah poin penting yang menjadi bahasan dalam pertemuan pertama ATF paska deklarasi tahun lalu. Saat ini, beberapa kendala cross border transportasi terkait dengan lamanya pemeriksaan di perbatasan dan persoalan pajak.

“Pemeriksaan lama karena banyak persoalan yang ingin diselesaikan. Tapi saya perhatikan juga yang namanya pungli, overweight, over dimensi itu tidak hanya jadi masalah di Indonesia tetapi di luar negeri juga,” ungkapnya.

Namun, Gemilang tetap optimistis menyambut MEA sebagai peluang bagi pengusaha truk di tanah air. Ia mengharapkan nantinya aktivitas lebih banyak truk lokal ke luar Indonesia daripada sebaliknya. “Kita ingin jangan truk luar yang masuk kesini tapi  truk kita yang keluar, supaya fair. Intinya sederhana seperti itu,” ungkapnya.

(Kartika Runiasari / CN26 / SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *