Residivis Kasus Penganiayaan Kembali Masuk Bui

by
SEBILAH PARANG: Kapolres Semarang, AKBP Vincentius Thirdy Hadmiarso didampingi Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Hartono menunjukkan sebilah parang yang digunakan tersangka Baidi saat gelar perkara. (kecirit.com/Ranin Agung)

SEBILAH PARANG: Kapolres Semarang, AKBP Vincentius Thirdy Hadmiarso didampingi Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Hartono menunjukkan sebilah parang yang digunakan tersangka Baidi saat gelar perkara. (kecirit.com/Ranin Agung)

UNGARAN, kecirit.com – Anggota Unit Reskrim Polsek Bringin mengamankan Muhammad Habibulloh alias Baidi karena diduga telah menyabetkan parang ke arah tangan kiri Ali Masdar (39) warga Dusun Krandon RT 2 RW I, Desa Kalijambe, Bringin, Kabupaten Semarang. Baidi ditangkap saat berada di rumahnya di Dusun Kroyo, Desa Bringin tanpa perlawanan.

Kepada Polisi, pelaku mengakui perbuatan tersebut terjadi pada, Minggu (16/10) sekitar pukul 15.00. Ketika gelar perkara di Polres Semarang, Baidi mengucapkan permintaan maaf kepada korban dan keluarga korban. “Atas perbuatan ini, saya meminta maaf kepada Ali beserta keluarganya,” ujarnya, Jumat (21/10).

Kapolres Semarang, AKBP Vincentius Thirdy Hadmiarso mengatakan, saat kejadian tersangka sengaja datang ke rumah korban dengan membawa parang. Tanpa sebab yang jelas, yang bersangkutan marah-marah dan berujung pada mengayunkan parang ke arah Ali Masdar. “Beruntung tidak mengenai bagian vital yang tubuh, sabetan parang tadi sebatas mengenai jemari tangan kiri korban. Setelah diperiksa, jemari korban mengalami retak,” kata AKBP Thirdy.

Keterangan saksi menyebutkan, setelah disabet parang korban memilih lari menyelamatkan diri. Petugas Polsek Bringin yang mendapat laporan pun bergegas mendatangi rumah Baidi. Dari tangan tersangka, Polisi mengamankan sebilah parang bergagang kayu dengan panjang 57 sentimeter lengkap dengan sarungnya. “Ada dua saksi yang dimintai keterangan, dari pengembangan diketahui tersangka merupakan kasus residivis kasus serupa. Dia terancam Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan,” paparnya. (Ranin Agung/CN38/SM Network)

 

loading...