Regu Pramuka Indonesia Dikirim ke Amerika

by
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

SLEMAN, kecirit.com – Sebanyak 117 regu pramuka golongan penggalang ramu se-Jawa dan Bali mengikuti ajang Indonesia Scouts Challenge (ISC) National Championship 2015-2016.

Kegiatan hasil penyelenggaraan Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka ini diadakan di Bumi Perkemahan Rama dan Shinta, Taman Wisata Candi Prambanan pada 24 hingga 27 Oktober. Pemenang kejuaraan kemah selanjutnya akan dikirim ke Los Angeles, Amerika Serikat untuk jalan-jalan sekaligus menambah wawasan.

Keberangkatan ke Amerika dijadwalkan tanggal 23-29 November 2016. “Ini kegiatan yang sangat positif karena memberikan tantangan sekaligus nilai tambah bagi pembentukan karakter anggota. Kesempatan pergi ke luar negeri juga akan semakin membuka wawasan mereka,” kata Waka Binawasa Kwarda DIY Sri Budoyo.

Di lain sisi, penyelenggaraan ISC ini dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan wisata di DIY karena peserta berasal dari berbagai daerah. Kegiatan ini diikuti 1.170 anggota pramuka yang duduk di bangku kelas 4 dan 5. Mereka merupakan wakil dari Provinsi Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat, DKI, dan DIY.

Sebelumnya, mereka telah mengikuti seleksi tingkat regional di masing-masing kabupaten/kota. Proses berlangsung sejak tahun 2015 di 80 daerah.

Chief Executive Officer PT Deltomed Laboratories, Mulyo Rahardjo mengaku bangga bisa mendukung kegiatan berskala nasional ini. “Kreativitas anak harus dibina sejak dini. Lewat acara ini kami juga ingin membantu peningkatan pendidikan bagi anak-anak Indonesia,” ujarnya.

Konsep yang dihadirkan dalam ISC 2015-2016 bersama Antangin Junior ini dikemas berbeda dari kegiatan pramuka yang biasanya. Sesuai dengan slogan terbaru pramuka yakni lebih keren, gembira, dan asyik.

Tantangan dimodifikasi dan diberi sentuhan baru agar menyenangkan. Beberapa kegiatan yang dilombakan antara lain halang rintang, membangun tenda, gobak sodor, tarik tambang, dan permainan anak tradisional lainnya.

Para peserta juga diminta membuat pioneering project. Untuk penggalang putra, proyeknya berupa pembuatan alat pelontar sedangkan anggota putri diinstruksikan membangun tower yang mampu menahan beban hingga 25 kilogram. Peserta juga dites kemampuan Bahasa Inggris, dan tes semafor.

(Amelia Hapsari/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)