Ratusan Menara Telekomunikasi Belum Bayar Retribusi

by
SIDAK MENARA: Rombongan Komisi B DPRD Kota Semarang melakukan sidak menara telekomunikasi di Jalan Karanganyar, Kelurahan Brumbungan, Kecamatan Semarang Tengah, Jumat (21/10). (kecirit.com/Afri Rismoko)

SIDAK MENARA: Rombongan Komisi B DPRD Kota Semarang melakukan sidak menara telekomunikasi di Jalan Karanganyar, Kelurahan Brumbungan, Kecamatan Semarang Tengah, Jumat (21/10). (kecirit.com/Afri Rismoko)

SEMARANG, kecirit.com – Retribusi dari menara telekomunikasi hingga akhir tahun 2016 masih Rp. 0. Padahal penetapan tarif dasar retribusi objek itu tertuang dalam Perda Nomor 2 Tahun 2016 tentang Retribusi Jasa Umum yang berlaku per 1 Agustus 2016.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Hanik Khoiru Sholihah bersama rombongannya saat melakukan sidak menara seluler di Jalan Karanganyar, Kelurahan Brumbungan, Jumat (21/10). Pihaknya meminta agar operator memenuhi kewajiban untuk membayar retribusi sesuai ketentuan yang berlaku.

”Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang melaporkan bahwa retribusi dari menara seluler masih Rp. 0. Kami minta mereka (Dishubkominfo -red) melayangkan surat peringatan ketiga paling lambat akhir Desember ini,” katanya didampingi anggotanya yakni, Syahrul Qirom, Hermawan Sulis, Nabila, dan Agung.

Jika operator mengabaikan surat peringatan itu, pihaknya meminta agar menara disegel dan kemudian dibongkar. Komisi B meminta Dishubkominfo melakukan langkah strategis untuk memenuhi target pendapatan asli daerah (PAD) yang ditargetkan Rp. 2 miliar.

Saat melakukan sidak di lokasi, rombongan tidak menemui pemilik/operator menara. Operator sudah membayar sewa untuk mendirikan tower kepada pemilik bangunan. Anggota dewan tersebut ditemui oleh pemilik bangunan atau ruko yang ditemui.

Sementara itu, Kasi Informatika Dishubkominfo, Agus Siswanto menerangkan, pihaknya sudah melayangkan surat peringatan kepada para pemilik menara telekomunikasi tersebut. Dalam tahap ini pihaknya menargetkan bisa menarik retribusi sekitar 300 unit menara.

”Tarifnya tergantung lokasi, ketinggian, dan pengguna biayanya mulai Rp. 2,5 juta- Rp. 5 juta/tahun. Di Kota Semarang ada sekitar 816 menara termasuk menara televisi. Menara televisi tidak ditarik retribusi.”

Salah satu surat peringatan dan pemberitahuan yang diberikan Pemkot Semarang melalui Dishubkominfo kepada PT Mitratel berisi PT Indosat memiliki menara telekomunikasi yang berizin sejumlah 17 unit. Adapun kewajiban yang harus dipenuhi PT Indosat untuk pembayaran retribusi tersebut pada tahun 2016 sebesar Rp. 79.194.475.

(Afri Rismoko/CN39/SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *