Punthuk Setumbu Canangkan Gerakan Pungut dan Pilah Sampah

0
26
Sejumlah produk hasil olahan sampah dipamerkan dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2017 di kawasan wisata sunrise Punthuk Setumbu, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, baru-baru ini. (SM/ MH Habib Shaleh)

Sejumlah produk hasil olahan sampah dipamerkan dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2017 di kawasan wisata sunrise Punthuk Setumbu, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, baru-baru ini. (SM/ MH Habib Shaleh)

BOROBUDUR, kecirit.com – Gerakan Pungut dan Pilah Sampah dicanangkan di kawasan wisata sunrise Punthuk Setumbu, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Gerakan ini dimotori oleh Magelang Peduli Sampah (MPL) dan pengelola wisata Punthuk Setumbu.

Dalam aksi ini, ratusan pelajar mulai SD, SMP, SMA, SMK dan para pelaku wisata sunrise Punthuk Setumbu bersama-sama memungut sampah dan memilihnya. Mereka dibagi ke dalam tiga tim untuk memungut sampah di lokasi wisata dan jalan sekitar Dusun Kurahan, Desa Karangrejo.

“Gerakan ini untuk memeringati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2017. Tujuan kami adalah memperluas kampanya peduli sampah. Kami mensinergikan semua stake holder demi mewujudkan Punthuk Setumbu sebagai pilot project wisata berbasis lingkungan,” kata pembina MPL Atin Nurhayati.

Disebutkan acara ini diikuti SKPD terkait Pemkab Magelang dan Provinsi Jateng, sekolah adiwiyata dan sekolah unggulan serta Unilever. Seusai memungut dan memilah sampah, para peserta melakukan cuci tangan pakai sabun secara bersama-sama.

Ketua Panitia Vera Susanti menjelaskan HPSN juga dimeriahkan demonstrasi pengolahan sampah organik oleh Akatirta Magelang, Politeknik pentas seni pedulilingkunfan, serta lomba stan hasil daur ulang sampah dan produk ramah lingkungan.

“Gebrakan di 2017 ini kamu maksudkan untuk mensukseskan proggram nasisoanl bebas sampah tahun 2020. Kabupaten magelang siap mengawali bebas sampah. Kami percaya tanpa sinergi persoalan sampah tidak akan selesai. Siapapun dan dimana pun harus peduli dan mengolah sampah,” kata Vera.

Kadus Kurahan Nur Yayid mengatakan pihaknya sangat semangat mendukung acara ini karena selaras dengan pengembangan wisata sunrise Punthuk Setumbu. Ke depan wisata favorit turis asing ini akan dikembangkan menjadi kawasan wisata alam berbasis lingkungan.

“Kami mengembangkan Punthuk Setumbu sesuai kearifan lokal. Kami sudah melakukan penanaman pohon buah seperti durian, mangga, klengjeng, dan tanaman keras seperti besiah, dan jati. Ada juga tanaman pelindung longsor seperti aren dan glagah. Pohon buah ini untuk mendukung aktifitas wisata,” kata Yayid.

Sementara itu, Bupati Magelang Zaenal Arifin mengajak masyarakat mengambil hikmah tragedi longsor sampah di Desa Leuwigajah, Cimahi, Jabar pada 21 Februari 2005, yang menewaskan 143 orang dan menimbun 137 rumah. Pasalnya, jika pengelolaan sampah tidak dilakukan dengan baik maka akan menimbulkan masalah.

Lebih lanjut Zaenal mengatakan, berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang rata-rata jumlah sampah yang dihasilkan per orang dewasa yakni 0,47 kilogram per hari, sehingga apabila jumlah penduduk kurang lebih 1,2 juta jiwa, sampah yang dihasilkan sebesar 564.000 kg per hari atau 564 ton sampah per hari.

(MH Habib/ CN34/ SM Network)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here