Puluhan Dokter Demo Kebijakan Menkes

by
TOLAK KEBIJAKAN KEMENKES: Angota IDI Grobogan berjalan kaki dari Jalan Untung Suropati menuju kantor Dinas Kesehatan Grobogan di Jalan Gajah Mada, Grobogan, menolak kebijakan Kementrian Kesehatan, Senin (24/10).(Foto: kecirit.com/Zakki Amali)

TOLAK KEBIJAKAN KEMENKES: Angota IDI Grobogan berjalan kaki dari Jalan Untung Suropati menuju kantor Dinas Kesehatan Grobogan di Jalan Gajah Mada, Grobogan, menolak kebijakan Kementrian Kesehatan, Senin (24/10).(Foto: kecirit.com/Zakki Amali)

GROBOGAN, kecirit.com – Puluhan dokter yang tergabung dalam organisasi Ikatan Dokter Indoensia (IDI) Grobogan menggelar aksi damai untuk menyuarakan aspirasinya penolakan terkait pembentukan Prodi Dokter Layanan Primer (DLP).

Dokter tersebut jalan kaki menuju kantor Dinas Kesehatan Grobogan untuk audiensi dengan kepala dinas. Mereka dikawal anggota kepolisian Polres Grobogan. Jarak sejauh 700 meter ditempuh dalam waktu 10 menit dari Jalan Untung Suropati ke Jalan Gajah Mada.

Koordinator Aksi, dr Jatmiko mengatakan, Kementrian Kesehatan mengusulkan pendidikan bagi sarjana kedokteran berupa DLP. Setiap dokter harus mengikuti pendidikan tersebut selama minimal dua tahun.

“Pendidikan DLP itu tidak jelas jenjangnya. Kalau diasumsikan sebagai jenjang spesialis, maka ini aneh. Di dunia internasional tidak dikenal ada dokter spesialis layanan primer,” ujarnya, Senin (24/10).

Untuk itu, para dokter menolak, karena selama ini dokter telah bekerja di layanan primer tanpa harus sekolah lagi secara khusus.

Kepala Dinas Grobogan, Johari Angkasa mengikuti dinamina tersebut. Secara pribadi dia tidak menyetujui kebijakan kementrian. Dia melihat ada kesalahan permanen di dalam UU 20/2013 tentang Pendidikan Kedokteran yang mengharuskan adanya Prodi DLP.
(Zakki Amali/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)