PT K24 Laporkan Balik Dugaan Fitnah ke Polda DIY

by
Foto: detik

Foto: detik

YOGYAKARTA, kecirit.com – Kasus dugaan penipuan yang dilaporkan oleh Retno Rosiyati terhadap perusahaan waralaba apotek jejaring, PT K24 Indonesia berujung pada laporan balik.

Pada Selasa (25/10) lalu, pihak PT K24 telah membuat laporan balik ke Polda DIY dengan tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah. “Kami berharap Polda memproses dan menindaktegas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh pihak terlapor,” kata kuasa hukum PT K24, Arya Maheka, Kamis (27/10).

Dia mengungkapkan, kronologi persoalan ini bermula dari rencana pendirian apotek K24 di Gombong pada tahun 2014 silam. Dalam perkembangannya ada kendala di masalah perizinan.

Digambarkan, jika proses pengurusan izin di daerah lain hanya membutuhkan waktu rata-rata 2 bulan, di Gombong bisa mencapai 1 tahun. “Sebenarnya pengurusan izin ini adalah kewajiban calon penerima waralaba, sedangkan pihak K24 hanya membantu mendampingi. Semua itu sudah tertuang di dalam MoU,” ujarnya.

Setelah dibantu menguruskan izin, akhirnya pada 23 Februari 2016, Surat Izin Praktek Apoteker (SIPA) diterbitkan oleh Dinas Kesehatan setempat. Hanya saja masih ada kekurangan persyaratan untuk mengurus HO.

Pihaknya pun telah mengkonfirmasikan hal ini kepada Retno tapi tidak mendapat tanggapan. Padahal izin HO itu diperlukan untuk pengajuan izin operasional apotek ke BPMPT Kebumen.

PT K24 kemudian menawarkan salah satu opsi pengalihan kepada pihak lain, apabila Retno tidak menghendaki untuk meneruskan kerjasama. Namun dalam hal ini pihaknya tidak pernah meminta keuntungan 20 persen.

Sebelumnya diberitakan, Retno Rosiyati melaporkan Direktur PT K24 Indonesia Gideon Hartono ke Polda DIY atas dugaan tindak penipuan dan penggelapan. Warga Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Bantul itu merasa tertipu karena hingga kurun waktu satu tahun apotek belum juga dibuka. Padahal dia telah mengeluarkan uang sebesar Rp 1,3 miliar.

(Amelia Hapsari/ CN33/ SM Network)

loading...