PT Djarum Klaim Beli Lebihi Target

by

TEMANGGUNG – Ditengah gonjang-ganjing persoalan gagal panen tembakau dan keluhan petani karena belum semua tembakau rajangan keringnya terbeli, pihak pabrik dalam hal ini PT Djarum justru mengklaim telah membeli melebihi kuota.

Perwakilan PT Djarum di Temanggung, Jopie Samiadji mengatakan, pembelian tembakau pada masa panen tahun ini telah melebihi target yang ditentukan sebanyak 4.500 ton. Langkah itu ditempuh semata karena ingin menolong kaum tani dengan mengurangi beban berat karena gagal panen. “Pembelian tembakau hingga saat ini mencapai 4.500 ton lebih sedikit dan rencananya kami menghentikan pembelian tembakau pada akhir Oktober 20016. Ya, pokoknya pekan ini terakhir kami membeli tembakau,” ujarnya, kemarin.

Kendati belum bisa menyebut secara spesifik berapa jumlah total pembeliannya hingga akhir penutupan nanti, pembelian tembakau tidak sampai 5.000 ton. Akan tetapi dipastikan lebih dari target pembelian semula, yakni 4.500 ton. Dikatakan, kualitas tembakau pada panen tahun 2016 jauh di bawah kualitas panen tahun 2015 karena terkendala cuaca. Pada musim tembakau kali ini cuaca tergolong sangat ekstrem dengan curah hujan tinggi, bahkan terjadi mulai masa tanam hingga sekarang telah usai masa panen.

Tanaman tembakau meski membutuhkan air tapi tidak terlampau banyak, dan setelah tumbuh justru butuh sinar matahari. Jopie menyebut, harga tembakau tertinggi tahun ini hanya Rp 125.000 per kilogram untuk grade E. Sedangkan tahun lalu mencapai Rp 650 ribu per kilogram untuk grade G.

Saat ini karena buruknya cuaca tidak ada tembakau yang mencapai grade tinggi dengan kualitas super seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian, jika dicermati berdasarkan kualitas, harga tembakau tahun ini sama dengan harga tahun lalu. Tapi karena kualitas tahun ini tidak bisa mencapai gradeyang tinggi maka harganya kelihatan di bawah harga tahun lalu. “Harga tembakau tertinggi tahun ini Rp 125.000 per kilogram, itu untuk grade E, tetapi sebenarnya dalam kondisi normal tembakau itu baru masuk grade D plus.

Standar kualitas dalam pembelian tahun ini memang diturunkan agar tembakau petani bisa terserap, namun begitu masih banyak juga tembakau petani berada di bawah kualitas. Dalam pembelian, standar minimal tetap ada, tembakau yang berada di bawah standar tetap tidak kami beli,” katanya. (K41-49)

loading...