PT DI Kebanggaan Bangsa Diperhitungkan Banyak Negara

0
28
Foto bumn.go,id

Foto bumn.go,id

JAKARTA, kecirit.com – Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Habiburokhman mengajak semua pihak mendukung keberlangsungan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), yang telah diperhitungkan banyak Negara dan menjadi kebanggaan Indonesia.

Habiburokhman mengatakan hal itu menyikapi perkembangan akhir-akhir ini, ada upaya menyudutkan posisi PTDI oleh sejumlah pihak, sehingga pihak LBH BUMN menerima aduan beberapa karyawan PT DI.

LBH BUMN mendapatkan masukan dari karyawan PTDI yang merasa kecewa. “Mereka sudah bekerja optimal sejak mulai bangkit, kok malah dipolitisasi oknum karyawan yang dahulu menjadi aktor utama PHK ribuan karyawan, korupsi serta membuat PTDI dipailiitkan,” ungkap dia di Jakarta, Senin, (13/3).

LBH BUMN medapatkan data informasi valid tentang capaian PTDI yang seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia. “Berita negatif tentang PT DI tidaklah benar, termasuk audit BPK Tahun 2015 dan merupakan informasi yang jauh dari kenyataan,” papar dia.

Berbagai pembenahan dilakukan di sektor finansial, operasional, sumber daya manusia, dan teknologi informasi guna menjadikan PTDI yang sustainable serta terdapat juga delivery yang tepat waktu baik untuk pesawat dan helikopter untuk customer dalam dan luar negeri.

Contohnya, menurut dia, penyerahan helikopter Bell412EP pesanan TNI AD dan Polri /Polud yang tepat waktu, penyerahan CN295 TNI AU mendahului jadwal kontrak; penyerahan CN235-220 MPA TNI AL dan penyerahan CN235-220 ke Afrika juga tepat waktu.

” Kerja professional telah ditunjukan PT DI untuk mengerjakan sejumlah pesawat pesanan berbagai tipe. Dan selama ini tidak ada masalah karena persoalan teknis diselesaikan secara professional,” ungkap dia.

Langkah dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pesawat berbagai jenis pun terus dilakukan. Bebeapa contoh, pesawat NC212-400 Thai (MOAC: Ministry of Agricultural and Cooperatives). Pengembangan NC212-200 ke NC212- 400 (engine/cockpit redesign) dimulai sejak 2011 dengan aktivitas iterasi kerja sama engineering antara Airbus Military, Spain dengan PTDI dan transfer fasilitas produksi dan engineering data NC212-400 ke Bandung.

Saat ini dengan dukungan Kedubes RI di Bangkok, PTDI sedang memohon keringanan kepada user (MOAC-Thai) agar memperhitungkan faktor force majeure akibat bird impact pada engine yang dapat mereduksi denda sekitar 3 juta dolar AS.

Dengan lesson learnt ini PTDI sudah memiliki pengalaman cukup untuk pengerjaan NC212-400 yang kemudian lebih dikembangkan menjadi NC212i. Saat ini pihak MOAC sedang dalam proses pengadaan lanjutan 2 unit NC212i melalui PTDI (kontrak pengadaan 1 unit direncanakan untuk ditandatangani pada akhir Maret 2017).

Yaing lainnya, pesawat jenis NSP-22 yang telah digantikan dengan AS332C1e menjadi stok helikopter di PTDI yang dalam finalisasi proses upgrade menjadi NAS332C1+. Upgrading NSP22 menjadi NAS332C1+. “Ini juga ditujukan sebagai usulan typical solution model untuk melakukan upgrading armada Super Puma lama yang ada di TNI AU saat ini,” tutur dia.

Stock NAS332 C1+ akan siap terbang pada awal Mei 2017 dan akan menjadi available stock/finish good inventory senilai US$14 juta dolar dolar AS. ” Saat ini sudah ada peminat AS332C1+ untuk end user di kawasan Afrika dan Timur Tengah dengan harga penawaran sebesar 16,5 juta dolar AS,” tambahnya.

(A Adib/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here