Proyek Pintu Keluar Tol Ngemplak Jadi Bahan Pergunjingan

by
OVERPASS SAWAHAN: Salah satu bangunan overpass di Ngemplak Sawahan sudah terbangun dan menunggu dioperasionalkan. (kecirit.com/Budi Sarmun)

OVERPASS SAWAHAN: Salah satu bangunan overpass di Ngemplak Sawahan sudah terbangun dan menunggu dioperasionalkan. (kecirit.com/Budi Sarmun)

BOYOLALI, kecirit.com – Dari sekian banyak pintu keluar jalan tol Boyolali-Solo-Kertosono, pintu keluar yang terletak di perbatasan Boyolali-Karanganyar-Solo tepatnya di Desa Sawahan, Ngemplak, hampir rampung. Itu artinya bakal ada persiapan besar-besaran semacam proyek fisik, geliat perekonomian dalam waktu dekat ini, baik dari pemerintah daerah setempat maupun warga untuk menyambut kehadiran pintu tol ini.

Terkait rencana dibangunnya pintu tol yang lain di wilayah Boyolali, terutama di Kecamatan Ngemplak, warga setempat banyak memunculkan pertanyaan. Pasalnya pintu keluar tol ini langsung bisa mengakses Bandara Internasional Adi Seomarmo. Warga mempertanyakan hal tersebut karena khawatir rumah, lahan pertanian dan asetnya tergusur proyek tersebut.

“Jelas khawatir, kalau pintu keluar tol dibangun di sini. Saya tidak menolak, tetapi kan khawatir, iya,” tutur Danarto warga Brogo, Sawahan.

Hal yang sama disampaikan Sutarno, tetangga dekat Danarto. Menurutnya, kawasan Brogo merupakan daerah padat penduduk. Banyak rumah dan tempat usaha dibangun di desa ini, sehingga nilainya akan besar bila ada penggusuran.

“Mustahil bila pintu keluar tol di bangun di wilayah sini. Tetapi kalau dibangun di daerah agak barat (Dibal) dan timur (Pandeyan) mungkin bisa,” katanya.

Tak hanya warga, pertanyaan serupa juga disampaikan, wakil rakyat Jateng dari daerah pemilihan V (Boyolali) Muhammad Rodhi saat dimintai komentarnya kemarin. Meski ia sudah mengetahui ada rencana pembangun pintu keluar tol di wilayah Ngemplak, namun dirinya tak tahu persis titik-titiknya. Mengingat ranah untuk menentukan titik itu berasal dari lembaga teknis.

“Mengapa penting diketahui titik pintu keluar tol, supaya dalam penentuan kebijakan tepat. Sehingga aset milik rakyat tidak dikorbankan,” katanya.
(Budi Sarmun S/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)