Proyek Infrastruktur Jalan Ngadat

0
33

SRAGEN– Proyek infrastuktur, terutama perbaikan jalan, di Bumi Sukowati bakal ngadat. Hal ini buntut dari adanya pemangkasan anggaran infrastruktur yang nilainya mencapai Rp 12 miliar pada pengajuan APBD Perubahan 2016. Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menegaskan, dari perhitungannya, pencoretan anggaran dalam pengajuan APBD P 2016 sekitar Rp 16,1 miliar.

Anggaran terbesar ditujukan untuk Penyertaan Modal PDAM Tirto Negoro sebesar Rp 3 miliar dan sejumlah proyek infrastruktur sekitar Rp 12 miliar. ”Jadi yang dipangkas itu yang besar-besar. Yang besar hanya PDAM dan infrastruktur Rp 12 miliar.

Yang lain, ada Perda Miras Rp 150 juta yang dicoret oleh teman-teman Dewan, pagarnya rumah dinas bupati. Total sekitar Rp 16,1 miliar,” ujarnya kepada wartawan sewaktu ditemui di kompleks Setda Sragen, Jumat (30/9).

Saat ditanya detail pengajuan anggaran infrastruktur tersebut, rencananya akan dilakukan perbaikan jalan di sejumlah lokasi, di antaranya Tanon-Bendo, Sukodono dengan anggaran Rp 9 miliar dan daerah Plupuh, yang mengarah ke Kluster Sangiran. ”Kalau yang ke Dukuh Sari, Kecamatan Plupuh, tidak dipotong.

Pada Jumat (30/9) diparipurnakan di Banggar, pekan depan sudah bisa digedok,” tandasnya. Menurutnya, salah satu alasan pencoretan sejumlah pengajuan anggaran infrastruktur tersebut lantaran waktu yang tidak mencukupi. ”Kemarin itu semangatnya kami karena masih ada defisit Rp 9 miliar. Karena memang sudah dibahas, sudah sinkronisasi, defisit sudah tertutup. Alhamdulillah tidak ada kendala lagi,” katanya.

Tetap Diselesaikan

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen Zubaidi menambahkan, meskipun ada pemangkasan anggaran cukup besar pada infrastruktur jalan, akses jalur utama antarkecamatan, di pengajuan APBD Perubahan tetap diusulkan untuk diselesaikan.

”Contohnya, dari Masaran- Pringanom masih sedikit ke jembatan, itu nanti kami sambungkan ke arah Plupuh. Jadi satu jalur dari Sambirejo selesai. Di Perubahan, kami usulkan diselesaikan. Kami utamakan jalur utama,” kata dia. Soal jalan Tanon-Sukodono, karena keterbatasan waktu, pihaknya bakal mengupayakan pekerjaan namun hanya sepertiganya.

”Kami kerja sesuai dengan waktu, jadi waktu kami hanya sampai Desember. Saya hanya berpikir skala prioritas, ruas jalur utama lintas kecamatan harus diselesaikan,” tandasnya. Sejauh ini, pihaknya terus memacu perbaikan infrastruktur jalan yang sudah dilakukan.

Diharapkan tahun ini sejumlah akses jalan yang rusak sudah selesai diperbaiki dan dapat memperlancar mobilisasi. ”Setelah Sidoharjo-Gabugan selesai, akses jalan di sana tahun ini tuntas. InsyaAllah, jalur Masaran- Gemolong dan Plupuh dapat mengurangi kemacetan,” ujarnya. (shd-85)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here