Pra Rekonstruksi Penganiayaan PNS Pemkab Ricuh

by
Kanit I Reskrim Polres Klaten, Iptu Pradana Fendiarmo meminta dua kubu tenang. (Foto: kecirit.com/Achmad Hussain)

Kanit I Reskrim Polres Klaten, Iptu Pradana Fendiarmo meminta dua kubu tenang. (Foto: kecirit.com/Achmad Hussain)

KLATEN, kecirit.com – Proses pra rekonstruksi kasus penganiayaan PNS staf Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Eka Susanti (32) oleh Kabid Transmigrasi Dinsosnakertrans Pemkab Klaten, Supriyanto berjalan ricuh.

Pra reka ulang dimulai pukul 10.00 dengan pengawalan ketat anggota Sat Reskrim Polres Klaten. Tim Sat Reskrim yang dipimpin Kanit I Iptu Andy Pradana Fendiarmo memberi pengarahan dua kubu sebelum dimulai agar tidak ribut. Namun pada adegan pertama kronologis versi
laporan Eka Susanti, suasana mulai memanas.

Adegan pertama, Eka diboncengkan sepeda motor oleh Kasi Mutasi BKD, Fatiman dan stafnya, Desy. Dengan dua sepeda motor, Eka diajak ke rumah Supriyanto di Desa Tegalyoso, Kecamatan Klaten Selatan. Setelah turun dari sepeda motor, Supri yang juga pejabat eselon III Pemkab keluar rumah dan memukul Eka. Namun Supri menolak dan membantah ada kejadian itu.

”Saya tidak melakukan pemukulan itu. Itu tidak benar dan saya menolak adegan ini,” katanya dengan wajah merah padam, Jumat (28/10).
Fatimah yang bekas bawahan Supri ikut membantah kronologis versi Eka itu.

Saksi Bersumpah

Fatimah bersumpah serapah kejadian yang sebenarnya tidak ada pemukulan di luar rumah oleh Supri. Sedang Eka Susanti tak mau kalah dan tetap kukuh dengan pengakuannya dipukul saat di luar rumah. ” Saya tidak bohong. Masa kerudung saya sobek sendiri,” bantah Eka Susanti.

Aksi saling bantah dan saling tuding semakin seru. Keluarga Supri pun ikut bersuara dari dalam rumah. Saat pra reka ulang berlanjut ke dalam rumah, keributan semakin menjadi.

Iptu Andy mengatakan pra reka ulang itu dilakukan untuk mencari kejelasan kejadian yang sebenarnya atas laporan Eka pada 28 Agustus lalu. Antara pihak pelapor dan terlapor pengakuanya saling bertentangan.

Kabid Umum dan Kepegawaian BKD Pemkab Klaten, Dodi Hermanu yang memantau kegiatan itu mengatakan BKD belum melangkah sebab kasus masih berada di tangan Polres.

(Achmad Hussain/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...