Pom Mini Menjamur di Purworejo

by
Salah satu pom mini yang ada di wilayah Kecamatan Purwodadi yang melayani penjualan pertalite dan pertamax. (kecirit.com/ Nur Kholiq)

Salah satu pom mini yang ada di wilayah Kecamatan Purwodadi yang melayani penjualan pertalite dan pertamax. (kecirit.com/ Nur Kholiq)

PURWOREJO, kecirit.com – Penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan model eceran di Purworejo mulai berkembang dengan memanfaatkan mesin pompa. Operasionalnya persis seperti pom bensin yang menggunakan mesin digital. Model penjualan BBM eceran dengan mesin pom mini ini dalam beberapa bulan terakhir mulai menjamur di beberapa wilayah Kabupaten Purworejo.

Pantauan Suara Merdeka di lapangan, pom mini ini mulai banyak dijumpai di wilayah Kecamatan Purwodadi. Di sepanjang jalur utama Purwodadi-Bubutan bisa dijumpai sejumlah warung klonthong yang memiliki pom mini. Mesin pompanya ditempatkan di depan rumah dan konsumen yang datang membeli BBM dilayani persis saat pembelian BBM di SPBU. Penjualannya juga seperti di SPBU yang melayani berdasarkan pembelian nilai uang maupun takaran liter.

Para pemilik pom mini tersebut mengaku lebih praktis menggunakan mesin pompa tersebut. Meskipun nilai investasinya lumayan mahal, namun tidak perlu repot-repot dalam penakaran.

Harga mesin pompa tersebut rata-rata berkisar Rp 28 juta dan dibeli dari Jakarta. Para pemilik pom mini itu kulakan BBM, baik pertalite maupun pertamax menggunakan jerigen. Selanjutnya dituangkan ke dalam tangki mesin pompa. Pemilik pom mini juga bebas mengatur takarannya karena mereka dibekali manual book mesin tersebut.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengan dan Perdagangan (KUKMP) Suhartini yang dimintai konfirmasi kemarin menjelaskan, pom mini tidak boleh asal didirikan. “Pom mini ada aturan yang jelas pendiriannya. Karena yang dijual ini barang bersubsidi jadi ada pengaturan,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan Suhartini, pendirian pom mini harus memenuhi sejumlah persyaratan. Antara lain lokasinya yang memang jauh dari SPBU serta konsumen pembelinya harus jelas. “Kami akan pantau lebih dulu. Kalau tidak sesuai dengan aturan tentu saja akan ditertibkan,” tandasnya.

(Nur Kholiq/ CN33/ SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *