Polres Tegal Komitmen Bebas Pungli

by
STOP PUNGLI: Wakapolres Tegal, Kompol Padli dan Kasat Lantas Polres Tegal, AKP Yoppy Anggi Krisna menunjukkan spanduk “Stop Pungli” yang dipasang di tempat pelayanan pengurusan SIM di Polres Tegal, Senin (24/10).(kecirit.com/Cessnasari)

STOP PUNGLI: Wakapolres Tegal, Kompol Padli dan Kasat Lantas Polres Tegal, AKP Yoppy Anggi Krisna menunjukkan spanduk “Stop Pungli” yang dipasang di tempat pelayanan pengurusan SIM di Polres Tegal, Senin (24/10).(kecirit.com/Cessnasari)

SLAWI, kecirit.com – Pembersihan di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sedang gencar dilakukan. Salah satunya terhadap pungutan liar (pungli) pada saat memberikan pelayanan yang berhubungan dengan masyarakat.

Kapolres Tegal AKBP Adi Vivid AB melalui Wakapolres Tegal Kompol Padli menyatakan, menindaklanjuti instruksi Kapolri, jajaran Polres Tegal sepenuhnya berkomitmen bebas pungli dan percaloan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Bebas pungli merupakan wujud dari pelaksanaan program 100 hari Kapolri yakni, profesional, modern dan terpercaya (Promoter) di bidang pelayanan,” terang Wakapolres Tegal, Senin (24/10).

Wujud melaksanakan program Promoter di bidang perbaikan pelayanan publik, Polres Tegal kemarin memasang spanduk bertuliskan “Stop Pungli” di Mapolres Tegal dan Kantor Unit Pelayanan Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (UP3AD)/Samsat Kabupaten Tegal. Spanduk “Stop Pungli” di antaranya dipasang di tempat pelayanan pengurusan SIM Polres Tegal, pelayanan cek fisik dan pengurusan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) di Kantor UP3AD.

Spanduk yang terpampang di Polres Tegal maupun Kantor UP3AD tersebut berisikan informasi bahwa pengurusan SIM sesuai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), pengurusan BPKB sesuai PNBP dan cek fisik gratis. Bebas pungli, kata dia, juga berlaku untuk pelayanan Surat Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK), Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), tilang, kecelakaan lalu lintas dan kasus reskrim.

Ditambahkan, spanduk imbauan anti suap tersebut, menunjukkan dukungan Polres Tegal melawan segala bentuk pungli. Diharapkan masyarakat dan anggota Polres Tegal yang melanggar akan merasa malu jika melanggar.

Padli mengatakan, kepada masyarakat yang menemukan praktek pungli di jajarannya, bisa mengadukan secara langsung kepada Kapolres Tegal, yakni ke nomor 08155221998. Nomor tersebut tercantum pada spanduk yang dipasang Polres Tegal dan telah disampaikan pada masyarakat pada acara terobosan kreatif, Moci Bareng Polisi. Selain ke nomor tersebut, masyarakat juga bisa menyampaikan ke nomor 0283.49110.“Keluhan atau aduan bisa langsung disampaikan pada Kapolres Tegal melalui nomor tersebut,” jelas Padli.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Tegal, AKP Yoppy Anggi Krisna menyebutkan, demi mencegah pungli, Polres Tegal telah menerapkan pelayanan khusus Done-SIM atau pendaftara online SIM. Sesuai ketentuan, jenis dan tarif atas jenis PNBP, untuk pengurusan SIM C baru, pemohon dikenai tarif Rp 100.000,-, sedangkan perpanjangan Rp 75.000,-.SIM A,BI,BII baru dikenai tarif Rp 120.000,- dan perpanjangan Rp 80.000,-. Pengurusan SIM D baru Rp 50.000,- dan perpanjangan Rp 30.000,-.

Sementara pelayanan uji keterampilan pengemudi (Klipeng) simulator Rp 50.000,-. Adapun penerbitan BPKB sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif Atas Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia, untuk kendaraan roda dua, tarif dikenakan untuk penerbitan BPKB baru Rp 80.000,-, ganti kepemilikan Rp 80.000,- dan mutasi masuk Rp 80.000,-.Untuk roda empat atau lebih, tarif penerbitan BPKB baru Rp 100.000,-, ganti kepemilikan Rp 100.000,- dan mutasi masuk Rp 100.000,-.
(Cessnasari/CN40/SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *