Polda DIY Didesak Usut Laporan Penipuan PT K24

by
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

YOGYAKARTA, kecirit.com – Penanganan laporan dugaan penipuan kerjasama franchise apotek K24, hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.

Sebelumnya, seorang warga Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Bantul bernama Retno Rosiyati melaporkan Direktur PT K24 Indonesia Gideon Hartono ke Polda DIY. Dalam laporan tertanggal 16 Februari 2016, Gideon diadukan atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan.

Dalam perkembangannya, penyidik Polda justru mengeluarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang menyebutkan belum bisa meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan karena tidak ditemukan unsur pidana.

“Kami menyayangkan terbitnya surat itu karena pihak terlapor belum pernah diperiksa. Kami menilai ada unsur kelalaian, dan ketidakprofesionalan penyidik,” kata kuasa hukum pelapor, Bedi Setiawan Al Fahmi, Jumat (21/10).

Dia mengungkapkan, kronologi kasus ini bermula dari rencana kerjasama Retno Rosiyati dengan PT K24 Indonesia untuk membuka gerai apotek di daerah Gombong, Kebumen. Untuk kepentingan itu, Retno menyetor uang ke rekening PT K24 Indonesia sebesar Rp 88 juta.

Selain ke rekening perusahaan, korban juga mentransfer uang sekitar Rp 500 juta ke rekening pribadi Gideon Hartono. Ditambah biaya lain seperti dana training dan survei, total uang yang disetor Retno mencapai Rp 1,3 miliar.

Awalnya, dia dijanjikan gerai akan beroperasi pada awal tahun 2015. Namun hingga kurun waktu satu tahun ternyata apotek belum juga dibuka. Setelah pihaknya melakukan penelusuran diperoleh informasi bahwa pemerintah daerah tidak dapat mengeluarkan izin bagi pendirian apotek K24 di wilayah Kabupaten Kebumen.

“Saya merasa dirugikan. Semula dijanjikan gerai akan dibuka paling lama enam bulan, tapi ternyata izin tidak bisa dikeluarkan,” ujar Retno.

Setelah pelaporan kasus ini, pihaknya setidaknya lima kali melakukan mediasi. Saat itu, terlapor menjanjikan akan memberikan ganti rugi tapi syaratnya harus melalui proses take over. Selanjutnya, Retno diminta membuat perjanjian dengan pihak ketiga itu, dan PT K24 mendapat keuntungan 20 persen. Opsi itu ditolak oleh korban karena dirasa merugikan pihaknya.

Ketika dikonfirmasi, Kabid Humas Polda DIY Kombes Anny Pudjiastuti mengatakan akan melakukan konfirmasi terlebih dulu ke direktorat terkait. “Saya cari dulu datanya ke bagian direktorat yang berkaitan dengan masalah ini,” tandasnya.
(Amelia Hapsari/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...