PNS Dilarang Maju di Pilkades

by
foto: ISTIMEWA

foto: ISTIMEWA

PURBALINGGA, kecirit.com – Ketua DPRD Purbalingga Tongat menegaskan DPRD mendukung kebijakan bupati yang melarang PNS maju di pilkades. Menurutnya kebijakan itu dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Jika bupati beralasan bahwa PNS masih dibutuhkan tenaganya untuk mendukung kerja sehari-hari di jajaran Pemkab, dia mengatakan bisa memahami.

“Bupati sedang mengoptimalkan kinerja PNS dan pegawai di jajaran Pemkab, maka sudah seharusnya PNS mendukung dengan bekerja secara optimal. Tak perlu terjun ke politik praktis dengan maju di Pilkades,” katanya, Jumat (21/10).

Hal itu berbeda dengan pernyataan Wakil Ketua DPRD Purbalingga Adi Yuwono yang menyebutkan kebijakan Bupati yang melarang PNS maju pilkades terlalu mendadak dan dinilai tidak tepat waktunya. Sebab bupati mengumumkannya sehari setelah pendaftaran calon kades ditutup dimana di sejumlah desa terdapat PNS yang sudah mendaftar.

Tongat menambahkan, dukungan terhadap kebijakan bupati itu secara institusi. Jika ada anggota DPRD Purbalingga yang tidak mendukung, itu hanya pernyataan pribadi. Dewan mendukung kebijakan bupati terutama untuk mengoptimalkan kinerja PNS. Apalagi saat ini banyak program kerja bupati dan wabup yang membutuhkan dukungan dari segenap jajaran PNS dan pegawai di lingkungan Pemkab.

Bupati Tasdi kembali menegaskan, ia tak akan mengizinkan PNS untuk maju menjadi calon kades dengan berbagai pertimbangan. Aturan memungkinkan bupati melarang PNS untuk mencalonkan diri sebagai kades. Hal itu termaktub dalam pasal persayaratan bagi PNS yang mau mencalonkan diri harus ada surat izin dari bupati. Pertimbangan kekurangan PNS menjadi hal yang masuk akal untuk tidak menerbitkan surat izin.

“PNS masih dibutuhkan tenaganya. Jadi tidak perlu mengajukan izin untuk maju menjadi kades. Tidak ada tawar-menawar lagi,” tegasnya. Rencananya Pilkades serentak akan dilaksanakan di 31 desa yang ada di 15 kecamatan pada Minggu (27/11) mendatang. Saat ini tahapan pendaftaran bakal calon Kades sudah mulai dilaksanakan.

(Ryan Rachman/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...